perempuan roman picisan

perempuan roman picisan

  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 20, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
aku hanya memberikan satu kali senyuman tapi entah kenapa dia membalasnya dengan beribu-ribu senyuman yang indah.Senyuman yang selalu membuatku terbeku, terbeku akan senyuman yang begitu indah. Meskipun dia tidak mengenal ku tapi setidaknya dia, mengetahui nama ku Note: Ya kawan jadi ini cerita pertama gua, gua bikin cerita ini terinspirasi pada hari Sabtu saat gua piket dan ketika gua ingin membuka pintu ternyata ada Doi. wkwkwk gua seneng banget.Ya pokoknya happy reading dan gua bakalan kasih kalian puisi buatan gua sendiri setiap episode atau ga setiap dua episode dah pokoknya. Thank you ya yang udah Mau baca. Di dalam cerita itu Maaf kalau kata nya pakek gua-gua an.heheh :) sekali lagi Happy reading
All Rights Reserved
#185
someone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • LINE ~ Chanyeol
  • For My Daughter
  • KISAH KITA (END)
  • Secret Admirer || UN1TY × StarBe [END]
  • JUST ADMIRER
  • ALENIA dan Dua Dunia
  • Because I'm Stupid (End)

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines