Aku terduduk ,
Di stasiun kereta jogja
Sendiri ,
menunggu kepulangan kekasih
yang hatinya masir
Sepotong untukku
Sisanya , entah untuk siapa ?
Atau mungkin , sudah bukan sepenuhnya untukku
Senja semakin hilang lambat-laun
Di balik keberangkatan kereta menuju Kota Lama
Samar-samar ia pamit undur diri ,
pada alam semesta
Malam pun datang ,
membawakan setangkai surat dari sang kekasih
Pelan-pelan , kurobek ujung amplop bertuliskan " Senja , yang kucinta "
Malam ini , aku tengah berada di antara ' pergi dan tinggal '
Aku terjebak dalam ' sayang dan kecewa '
Ego meminta untuk ' pergi '
Sementara hati , memohon untuk ' tinggal '
Entah , apa yang menjadi keputusan takdir
Malam ini , aku hanya ingin berjumpa denganmu
Kemudian ,
Menatap matamu ; dan membiarkan diri tersesat di dalamnya
Bahkan , aku menginginkan untuk tak tahu arah pulang
Sialnya , kekasih...
Kereta yang semestinya siap mengantarku dalam pelukanmu membatalkan keberangkatannya karena pemuda itu ...
Pemuda yang tengah bercumbu dengan sebatang kretek beraroma khas itu mesti melayangkan nyawanya di perhentian selanjutnya
Dan sialnya lagi ,
aku yang tengah rindu-rindunya denganmu , mesti mengunci rapat kembali hatiku , sebab tak jadinya keberangkatan kereta ini .
Sungguh sial...
nasib... , nasib ...
Mau dikata apa lagi , jika takdir tak menghendaki pertemuan kita ...
Itu sudah menjadi takdir kita malam ini
Aku tak menemukan wajahmu di sudut stasiun kereta ,
Kau tak menemukanku pada dinginnya malam yang membelai tubuh orang-orang .
⚠️WARNING. THIS BOOK CONSIDERED FOR 19+. PLEASE BE WISE!
_____
Blurb :
Gabriella Aphrodite Ciero, Orang-orang terdekatnya sering memanggilnya Gabbie. Selain suka memasak dan kucing, gadis itu juga suka memperhatikan sahabat Kakaknya, Ares Lucian Mateo. Gabbie tidak pernah tidak terpesona melihat ketampanan dan kharisma pria itu. Sayangnya, Ares tidak begitu memperhatikannya dan hanya menganggap Gabbie sebagai adik dari sahabatnya.
Namun, satu malam merubah segalanya...