ARAL

ARAL

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 5, 2017
Aku terduduk , Di stasiun kereta jogja Sendiri , menunggu kepulangan kekasih yang hatinya masir Sepotong untukku Sisanya , entah untuk siapa ? Atau mungkin , sudah bukan sepenuhnya untukku Senja semakin hilang lambat-laun Di balik keberangkatan kereta menuju Kota Lama Samar-samar ia pamit undur diri , pada alam semesta Malam pun datang , membawakan setangkai surat dari sang kekasih Pelan-pelan , kurobek ujung amplop bertuliskan " Senja , yang kucinta " Malam ini , aku tengah berada di antara ' pergi dan tinggal ' Aku terjebak dalam ' sayang dan kecewa ' Ego meminta untuk ' pergi ' Sementara hati , memohon untuk ' tinggal ' Entah , apa yang menjadi keputusan takdir Malam ini , aku hanya ingin berjumpa denganmu Kemudian , Menatap matamu ; dan membiarkan diri tersesat di dalamnya Bahkan , aku menginginkan untuk tak tahu arah pulang Sialnya , kekasih... Kereta yang semestinya siap mengantarku dalam pelukanmu membatalkan keberangkatannya karena pemuda itu ... Pemuda yang tengah bercumbu dengan sebatang kretek beraroma khas itu mesti melayangkan nyawanya di perhentian selanjutnya Dan sialnya lagi , aku yang tengah rindu-rindunya denganmu , mesti mengunci rapat kembali hatiku , sebab tak jadinya keberangkatan kereta ini . Sungguh sial... nasib... , nasib ... Mau dikata apa lagi , jika takdir tak menghendaki pertemuan kita ... Itu sudah menjadi takdir kita malam ini Aku tak menemukan wajahmu di sudut stasiun kereta , Kau tak menemukanku pada dinginnya malam yang membelai tubuh orang-orang .
All Rights Reserved
#70
mediakita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • If we can together
  • • EUTANASIA •
  • Mahligai Sunyi
  • Love With Ghost
  • Merayakan Kehilangan (Selesai)

FOLLOW : @wattpad_plavana03 [Janlup follow dan vote ya! Biar tau kalau update cerita terbaru] Untuk kita, yang dipaksa ikhlas ketika sesak, dan dipaksa mati dalam cerita sendiri. "Kemana perginya mereka?" "Pergilah disaat kamu senang, dan datanglah disaat kau membutuhkan cahaya. Sama seperti bintang yang menerangi langit gelap, disaat rembulan tak kunjung datang." -Elektra Pramoedya. "Semua manusia itu egois. Yang membedakannya hanyalah kadarnya" -Xayara Rayana Deamore. "Dunia itu baik. Bagai tokoh yang memakan hal buruk dalam diri manusia. Namun, aku adalah makanan yang membuat tokoh itu alergi." -Eunio Astrazna Reberturs. "Aku adalah rembulan yang akan menerangimu dengan bentukku yang berbeda." -Adarano Hwenzania Qwertynus. HIGHEST RANK : #1 in Pramoedya #1 in Rumah Kecil

More details
WpActionLinkContent Guidelines