my islamic mate

my islamic mate

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Apr 27, 2017
WpInfo
Fiction
Paranormal
"Mate ku susah sekali disentuh zark" kata seorang lelaki "Tak apa, dia butuh waktu" kata seseorang dalam pikiranya. ....... Apa yg kalian pikirkan jika mate kalian adalah seseorang yang sangat taat agama. Dan di zaman sekarang ternyata masih ada sesorang yg sangat patuh pada agama. Aku kagum padanya, tetapi juga tidak dapat menahan diriku untuk menjadikan dia istriku. Karena syarat agar aku dapat melihat wajahnya yg kupikir indah itu aku harus menikahinya. Bahkan tanpa apa yg dia syaratkan aku akan menikahinya sebagai mate ku bukan? ...... Ini cerita hanya sekedar cerita.. bukan rasis Selamat membaca😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • tentang sebuah rasa
  • My Dear Jannah
  • Tomorrow • (Can't) Unite
  • Hayy Mas Santri(On Going)
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • Nadira
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Maaf, Aku Pilih Tuhanku

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

More details
WpActionLinkContent Guidelines