Me and Mr helium

Me and Mr helium

  • WpView
    LECTURAS 43
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 27, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Sang pelangi memiliki warna yang berbeda tapi dalam tempat yang sama. Begitupun beberapa alasan perasaan yang berbeda namun disebut dalam satu lingkup yaitu cinta. Ketika diam sang cinta membuat kamu menjadi bodoh dan tersenyum sendiri dalam keheningan. Ketika teriak mengungkapkan kamu sangat ini menampakkan wajah rahasia ini helium. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~°° Tapi ketakutan terbesar adalah kita yang mencintai dalam hati. Apa tuhan menakdirkan dia untuk mengubah atau hanya membuat cinta menjadi dewasa amat kuat seperti baja, lembut seperti sutra tegar seperti sang ibu.
Todos los derechos reservados
#275
mr
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Langit Senja [end]
  • SELAKSA CINTA
  • CINTA YANG MENYEMPURNAKAN (TELAH TERBIT)
  • Ketukan Takdir
  • Plane Of Love
  • Ily3000 [COMPLETED🦋]

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido