Cinta Dibalik Surat

Cinta Dibalik Surat

  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 22, 2017
Sebuah kisah cinta yang ada dibalik beberapa pucuk surat yang aku temukan di laci lemari kamarku. Aku tuliskan kembali apa yang aku temukan, semuanya terasa nyata dan kadang menyayat hati sampai memberi rasa sesal mendalam. Rasa sedih, kehilangan, bahagia dan kecewa. Semua rasa yang telah aku temukan dari beberapa pucuk surat yang aku temukan. (Ditulis persurat) Beberapa petik dari pucuk-pucuk surat itu: "kita bersalah dengan cara yang manis dan indah dengan cara yang rumit" "Biarkan takdir yang mengerjakan pekerjaanya sendiri kali ini, jangan paksakan lagi" "Saat ini kamu harus tahu bahwa aku masih tetap merindukanmu dengan rasa yang sama. Pena yang sama diatas kertas yang berbeda, aku masih sama dengan apa yang kurasakan padamu" "Dia melepas pelukannya dan menatap mataku dalam, "tidak! Disini kamu ataupun dia tidak ada yang salah!" protesnya padaku. "Situasilah yang salah! Situasi dimana kamu mencintai orang yang meninggalkanmu, itulah salahnya, kamu mengerti?" lanjutnya"
All Rights Reserved
#140
memories
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Rindu yang berjarak
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • You Are Not My Lover

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines