Cinta Dibalik Surat

Cinta Dibalik Surat

  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 22, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kisah cinta yang ada dibalik beberapa pucuk surat yang aku temukan di laci lemari kamarku. Aku tuliskan kembali apa yang aku temukan, semuanya terasa nyata dan kadang menyayat hati sampai memberi rasa sesal mendalam. Rasa sedih, kehilangan, bahagia dan kecewa. Semua rasa yang telah aku temukan dari beberapa pucuk surat yang aku temukan. (Ditulis persurat) Beberapa petik dari pucuk-pucuk surat itu: "kita bersalah dengan cara yang manis dan indah dengan cara yang rumit" "Biarkan takdir yang mengerjakan pekerjaanya sendiri kali ini, jangan paksakan lagi" "Saat ini kamu harus tahu bahwa aku masih tetap merindukanmu dengan rasa yang sama. Pena yang sama diatas kertas yang berbeda, aku masih sama dengan apa yang kurasakan padamu" "Dia melepas pelukannya dan menatap mataku dalam, "tidak! Disini kamu ataupun dia tidak ada yang salah!" protesnya padaku. "Situasilah yang salah! Situasi dimana kamu mencintai orang yang meninggalkanmu, itulah salahnya, kamu mengerti?" lanjutnya"
All Rights Reserved
#237
suratcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Mahligai Sunyi

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines