Bee Diary Mara[HIATUS]

Bee Diary Mara[HIATUS]

  • WpView
    Reads 471
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 27, 2017
'Jangan datang untuk pergi. Jangan menuai benih bila tak ingin menyirami. Ini bukan pelabuhan, namun hati' '... lalu dimana semua kupu-kupu indah yang dulu kamu berikan melalui kata-kata? Kamu layangkan hati ini ke ujung nirwana, setelahnya kamu hempas hingga ke dasar samudra. Sakit, namun tak berdarah, lalu apa penawarnya?' -Bee Diary Mara- 'Memelukmu bak memeluk pisau, semakin erat semakin pedih' 'Ketahuilah. Satu titik hatimu tergores, pun satu garis hatiku terkoyak. Berhenti menangisi pria brengsek sepertiku, Ra. Aku tak pantas menjadi alasan air matamu, bahkan aku tak pantas hadir di hidupmu. Takdir memintaku kembali, ia berkata tuhan merindukanku. Satu hal yang pasti, aku mencintaimu Mara' -secret blog Rama- BILA ADA KESAMAAN NAMA, TEMPAT, JUDUL, ATAU ALUR CERITA ITU HANYA KEBETULAN SEMATA, KARENA CERITA INI SEPENUHNYA BERASAL DARI IDE AUTHOR. DILARANG KERAS MENIRU ATAU MENGCOPY CERITA INI TANPA IZIN. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • EPIPHANY
  • CERPEN (END)
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • DeaSea
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • Rasa Tanpa Kata
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines