My Lecturer Is Heart Cold

My Lecturer Is Heart Cold

  • WpView
    Reads 21,849
  • WpVote
    Votes 537
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 30, 2023
WpInfo
Fanfic
"Syafa tunggu dulu, nih ya.. lu harus dengerin gue, dan lu tau gak ada dosen baru? anjir sumpah gans abizzz, masih muda kece bangat, tadi gue ngeliat dia di parkiran, terus gue pura-pura nanya sama dia dan ternyata dia dosen baru kita." ucap Rina panjang lebar dengan mata berbinar "Sejak kapan lu peduli sama dosen baru? biasanya juga lu cuek-cuek ajah !" ucap Syafa sambil berjalan menuju kelasnya "Sejak bertemu dia, pangeran tampan gue dan lu harus tau baru kali ini gue liat ada dosen udah tampan, cool, Cuek, pokoknya keren bangat, dan yang paling penting dia masih muda namanya..." ckk syafa !! Gue belum selesai ngomong udah dipotong , ucap Rina Sebal penasaran? baca ajah
All Rights Reserved
#216
2017
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Cinta untuk pak Dosen![Completed/Revisi]
  • IGNORANT
  • Kulkas Vs Kulkas- Lty [END]✔
  • love you until the end (Complete)
  • Cause You Have To
  • Papa Muda
  • DOSEN KIM [ VRENE ] ✅
  • DOSENKU MANTANKU [SUDAH TERBIT]

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines