The Wild Life

The Wild Life

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 24, 2021
"hahaha... " "tertawa? apa yang kau tertawakan brengsek?" "aku tidak habis pikir apa setiap campuran vampire dan lycan selalu bodoh sepertimu? hihihi... hahaha..." Sebastian Michael Allison pov. Brengsek orang ini sudah tua berumur 52 tahun tapi masih saja mengerjaiku dengan melempar lintah hidup kearahku. Sebelumnya aku tak sadar tapi begitu melihat benda hitam panjang menempel dikulitku aku baru tersadar dan marah padanya. Kuambil lintah itu dan langsung kubuang sebelum mengigit darahku, akan kubalas dengan kata kata nyelekit padanya. Sebastian. "Kau Larry Allison sudah berumur 52 tahun bukannya berpikir masih saja bertingkah seperti anak kecil, apakah kau tidak merasa bahwa kau sudah tua apa?" Larry. "hehehe... kau marah? Lihat makhluk kuat sepertimu mana bisa melawanku soal kepandaian? Hahaha... ooh iyaa, kau akan pergikan hari ini keruang gym?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Savior Mate (Diterbitkan)
  • I'm not She (END)
  • PERTARUNGAN MALAM (YIZHANYI//ZHANYIZHAN) PDF/TAMAT
  • Where am I?
  • The Labyrinth Of Unbreakable Vow
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • The Crescent Moon (Moon Series #2)
  • DUNWICH

Fantasy-werewolf "Apakah setiap serigala memiliki mate dari kaumnya sendiri?" Tanyanya. Dahi Arnold berkerut. "Tidak juga, ada beberapa dari mereka yang memiliki mate dari seorang manusia bahkan yang paling ekstrem dari bangsa vampire, meski hal itu sangat jarang terjadi-tunggu!" Arnold menegakkan tubuhnya. "Kau sudah menemukan mate-mu?" Tanya Arnold. Gabrielle terdiam, dalam hatinya tengah bergejolak. Arnold terkekeh. "Bagus kalau begitu, kau menemukan mate-mu lebih cepat, dibandingkan aku yang belum menemukannya. Kau bisa menghisap darahnya untuk bertahan." Kekehnya. "Apa aku bisa menolaknya sebagai mate-ku?" Tanya Gabrielle tiba-tiba membuat Arnold tersentak. "Mengapa?" Tanya Arnold. "Bukankah kau butuh dia untuk tetap hidup sebagai vampire?" "Apa aku bisa menolaknya sebagai mate-ku?" Tanya Gabrielle mengulang, membuat Arnold menyeringai. "Tentu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines