Ibu: Malam yang Selalu Terang

Ibu: Malam yang Selalu Terang

  • WpView
    Membaca 14
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Apr 28, 2017
Kuyy,, mampir dan dibaca puisi-puisi untuk ibu. Target: seratus puisi-doain ya readers.. :) "Kantuk yang tiba selalu kalah, Bintang, bulan, dan matahari kau pertemukan dalam sehelai daun. Kau adalah malam yang selalu terang, Bu."-f
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hikayat : Tetes Embun Jatuh di atas Sajadah (Book)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Surat Cinta Untuk Ibu
  • Makna Temu
  • Samudra Kata
  • Lembut Seperti Doa
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • Sampai Sini [End]
  • Hanya Sekedar Sahabat?✅

Ini bukan sekadar cerita. Ini adalah ziarah sunyi seorang jiwa yang mencari jalan pulang-melalui luka, tanya, dan cahaya yang tak kasat mata. Ilham, tokoh utama, tidak sedang mencari dunia; ia sedang mencari dirinya sendiri yang tertinggal di balik doa-doa yang tak pernah selesai. Dalam surau sepi, pasar tua, dan mimpi-mimpi ganjil, ia bertemu para penjaga sunyi: perempuan buta penjual bunga, anak kecil pelukis langit, lelaki tua penjaga malam, hingga suara dari kitab yang tak pernah ditulis manusia. Semua membawa satu pesan: pulanglah, meski harus meniti luka dan menangis diam-diam di bawah langit yang tak selalu biru. Ditulis dengan bahasa yang puitik dan mistik, setiap bab adalah perjalanan batin, setiap dialog adalah jendela ke dalam jiwa. Jika kamu pernah merasa tersesat dalam hidup-mungkin hikayat ini sedang menunggu kamu membacanya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan