Bad Boy VS Bad Girl

Bad Boy VS Bad Girl

  • WpView
    Reads 493
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 28, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Rose Monica Alexander seorang gadis rupawan berusia 18 tahun, keturunan Indonesia-Amerika, anak terakhir dari tiga bersaudara, Rose merupakan anak perempuan satu satunya dikeluarga Alexander, karena itu ia selalu dimanjakan oleh orang tua maupun kedua kakak laki lakinya, dan karena itu pula Rose menjadi Badgirl. Ia mempunyai 4 sahabat yang tak kalah nakalnya, lebih nakal Rose tentunya. Fia, Kezia, Jessie, Faye Kevin Emilio Edward, pria tampan berusia 17 tahun keturunan Indonesia-Jerman, anak satu satunya dan pewaris tunggal dikeluarga Edward, keluarga Edward merupakan salah satu keluarga terkaya di Asia. Namun, ia sama sekali tak membutuhkan itu semua, yang Kevin butuhkan hanyalah kasih sayang kedua orang tuanya, yang Kevin tau mereka berdua sama sama sibuk didunia pekerjaannya masing masing. Sebenarnya Kevin itu bukan Badboy, justru ia merupakan cowok yang baik, ia menjadi Badboy karena ingin mengambil perhatian orang tuanya. Dhani, Dimas, Alfin, dan Andre. Mereka keempat sahabat Kevin yang selalu memberi semangat ketika Kevin mendapat masalah. - "Ngapain lo disini, ganggu amat!" bentak Rose. "Iyanih, pasti ngikutin kita yaa?" Ucap Kezia sambil menyolek dagu Kevin. "Ganjen!" ujar Fia dingin. Siapapun yang mendengar Fia berbicara, pasti akan beku saat itu sekarang juga, eh gak deng bercanda hehe. Kevin mendengus sembari memutar bola matanya "Pede amat nih cewe jadi jadian, gue cium baru tai rasa lo!" 'Duh keceplosan' batin Kevin. "Tau bro bukan tai, tai mah bau kayak si Dimas" ujar Andre mengingatkan. "Eh ngapain gue dibawa bawa bego, gue cipok juga lo!" Dimas pun protes karena namanya disebut sebut. "Cipok dede bangz, dede gakuattt aww" ujar Alfin manja, membuat semua orang ingin muntah disitu sekarang juga rasanya. Disisi lain, Dhani yang sedari tadi mendengarkan perkelahian alay para sahabatnyapun bergidik ngeri "Najis!" ujarnya datar, bahkan sangat datar! -,- "Ngapain pada brisik bangsat!" teriak Kevin.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • dimana janji tersebut
  • Arsyilazka
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • Three Targeted Girls!!
  • ME&YOU(ZESKAEL)
  • They Don't Know About Me!!!
  • BAD LIAR (Completed)
  • Sakura✔️
  • Menunggu Senja (Selesai)
  • No Longer Mate

"gue benci lo nay" ujar lasya menatap penuh amarah ke arah shanaya yang sedang di gendong oleh aksa menuju uks. tanpa sengaja naya melihat ke belakang dan melihat lasya sedang menatap mereka dengan mata tajamnya itu. 💫 "ayah janji ya, jangan lupain aku. dan ayah harus ingat kalau anak ayah yang asli itu shanaya Cherrye elvander. aku dan anak itu beda marga yah" pak el mengangguk tersenyum lebar dan mengelus kepala anaknya "iya ayah janji" "janji tetaplah janji, dan janji tidak akan bisa untuk di ingkari yah" pak el mengangguk. 💫 " aku ga akan pernah suka sama kamu sa, jadi tolong cari cewe lain yang lebih sempurna dari aku ya sa" ucap shanaya membenarkan pony rambutnya " menurutku kamu itu udah lebih dari sempurna nay" 💫 "jangan tinggalin aku ya nar, sekarang aku hanya punya kamu. kalo kamu ninggalin aku, nanti aku kesepian" "iya, aku janji" mereka berjanji dan berpelukan. 💫 "kenapa kamu jahat, kamu bilang kalau kamu suka aku. tapi kenapa setelah kamu pergi dan akan kembali, kamu harus pergi juga" "kenapa kamu merenggut nyawa kekasihku laut, dia salah apa" "kalo kamu merebutnya, aku tidak punya rumah. rumah yang tadinya utuh sekarang harus roboh lagi" "kamu juga. kan kamu juga sudah berjanji untuk kembali ketemu aku, tapi sekarang aku harus kehilangan kamu untuk selamanya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines