Nikah Online

Nikah Online

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 28, 2020
Deana Ibu.. Orang nomor satu yang kusayang, yang tiba-tiba datang ke kamar kostku dan membawa kabar aku akan dinikahkan dengan anak kolega ayah. Pernikahan yang bahkan aku engga menghadirinya, akad nikah berlangsung di bandung, sementara aku hanya bisa menangis dikamar kostku di Bogor. "Teh Dea... Bapak teh tos lila kenal keluarga A' Abam calon suami teh Dea.. InsyaAllah bapak yakin A' Abam bisa jadi suami yang baik buat teteh.... Teteh percaya kan sama bapak... " Dan aku makin menangis histeris dengan bantal yang kugunakan untuk menutup mulutku dan sentuhan ibu yang tak henti di kepalaku.
All Rights Reserved
#892
dosen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja untuk Genta
  • Suamiku Sahabat Adikku
  • Kerfuffle (Tamat)
  • Innocent Heart (TAMAT)
  • Only You My Teacher In My Life 2 ( kelanjutannya )
  • DosenKu JodohKu [HIATUS]
  • DIBALIK TANGIS SEORANG ISTRI
  • love is limited to brother and sister [cmpltd✔]
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • Discovery Of Love (Completed)

Senja Maharani. Mahasiwi jurusan Ilmu Komunikasi, berusia 20 tahun. Seorang anak tunggal yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Memyambung hidup dengan bekerja part time di dua tempat membuat IPKnya turun. Penurunan IPK membuat beasiswanya terancam. Mau tak mau ia harus mencari donatur yang bisa membuatnya tetap melanjutkan kuliah. Dekan di Fakultasnya menawarkan seseorang yang bisa menjadi donaturnya. Mau tak mau Senja pun menyanggupi. Yang jadi masalah, syaratnya adalah ia harus menikah dengan keponakan sang dekan yang rupanya penyandang disabilitas... ~Senja Maharani~ Sabar, Nja... yang penting sampe wisuda aman... selesai kukiah bisa dinego kalau mau pisah... yang penting gak bayar kosan sama gak makan mie instan... Lagian tuh om-om juga buta... mana tahu kan dia gue ngapain aja... ~Genta Wira Atmaja~ Saya memang buta. Tapi saya tidak bodoh. Jangan kamu pikir saya akan melepaskan kamu setelah kuliah kamu beres. lalu satu hal lagi, berhenti panggil saya, 'om'! Usia kita cuma beda 13 tahun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines