REPAIR
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 26, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ini kisah Abian dan nadine Nadine , seorang gadis yang harus menerima kenyataan bahwa kekasihnya memutuskannya sebelah pihak tanpa suatu alasan. Yang jelas. Sakit. Memang. Dan Abian, seorang laki laki yang terpaksa menjauhi gadis yang selama ini mengisi hari harinya, membantunya melupakan masa lalunya, membuatnya selalu bahagia dan tentunya yang ia sayang. Karna keegoisan, semua yang menjadi kebahagian pupus dan berganti menjadi kebencian dan rasa sakit. "Melepasmu adalah hal terberat bagiku. Sekarang, kamu hanya ada dalam anganku saja" - Nadine "Menjauhimu adalah neraka bagiku. Aku ingin kembali di masa aku dan kamu masih menjadi cerita kita" - Abian
All Rights Reserved
#476
putus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • Felicia> Januari With You
  • Aderaga [ON GOING]
  • Un Crush! [TERBIT]
  • Amour (COMPLETE)
  • Nadi Membenci Hati
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • DANKLAR
  • Cewek Cuek [Completed]

"Cinta ini salah," suaranya bergetar, hampir tenggelam dalam gemuruh ombak kecil. Namun, cinta di matanya tak bisa dipadamkan. "Tapi aku tak bisa berhenti mencintaimu," jawab yang lain, dengan desahan putus asa, seperti seseorang yang sudah lama terjebak dalam dilema yang tak berujung. Mereka saling menatap, kedua hati yang dulu begitu yakin kini dipenuhi ketidakpastian. Rahasia yang mereka temukan terlalu berat untuk diterima. Setiap kenangan yang mereka ciptakan bersama kini terasa terkotori oleh satu kebenaran yang tak terhindarkan, mereka terhubung bukan hanya oleh cinta, tetapi juga oleh darah yang sama. Ibu yang selama ini mereka kira jauh dari kehidupan masing-masing, ternyata adalah satu orang yang sama. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" bisik salah satu dari mereka, suaranya pecah, penuh dengan ketakutan yang tak bisa disembunyikan. Yang lain terdiam, menunduk, terlalu sakit untuk menjawab. Semua rencana, semua harapan, kini terasa sia-sia. Tak ada jalan keluar dari kenyataan ini. Cinta mereka, yang dulunya penuh harapan, kini berubah menjadi beban yang tak terelakkan. Namun, meski kenyataan itu begitu pahit, perasaan di antara mereka tetap ada, mendesak untuk diakui. Bagaimana mereka bisa terus mencintai ketika darah yang sama mengalir di nadi mereka? Malam itu adalah awal dari perpisahan yang tak terelakkan. Takdir telah memisahkan mereka sebelum mereka sempat benar-benar bersama. Dalam keheningan malam, cinta mereka terbungkus oleh bayangan kelam, menyisakan hanya jejak air mata dan hati yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines