PREMAN vs SATPAM

PREMAN vs SATPAM

  • WpView
    Reads 26,215
  • WpVote
    Votes 479
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 2, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Preman vs Satpam menceritakan seorang anak yang dekil dan gak pernah mandi bernama IDO Ido adalah anak satu2nya ibu kinasih, Sejak lahir ido sudah ditinggal mati bapaknya Ibunya Kinasih merahasiakan kematian Jarwo ( Bapak Ido ) dan sampai saat ini IDO ingin tau penyebab kematian bapaknya Ido pun terpaksa harus pindah ke sekolah baru (TRISTA) karena di sekolah lama (TUNAS MUDA) ido dikeluarkan gara gara menjitak kepala sekolah. Sekolah TRISTA dikenal dengan sekolah yg penuh kekerasan, tawuran bahkan perkelahian antar kelas Apakah ido akan mengetahui penyebab kematian bapaknya ? Apakah ido akan jadi bulan2an murid TRISTA ? atau malah sebaliknya ??
All Rights Reserved
#2
stm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Class? or A Home?
  • Pregnant with Rebel Prince (SELESAI)
  • the Edge.
  • I'm Not A Troublemaker #1
  • Nada - nada Raka (Complete)
  • All About Student's
  • I'M IN DANGER BECAUSE OF YOU [COMPLETE]
  • DIARY CINTA Calista
  • [✓] SCHOOL SUCKS!! [NCT 00L]

Di SMA Harmoni Madani, kelas 10-1 hanyalah salah satu dari banyak kelas di sekolah itu. Namun bagi sepuluh anak laki-laki yang duduk di dalamnya-Wisnu, Abdul, Danis, Ayub, Ferdiansyah, Reza, Dimas, Denis, Fathan, dan Micco-kelas itu tumbuh menjadi lebih dari sekadar ruang belajar. Ini adalah kisah tentang pertemuan yang tak direncanakan, tawa yang tak dibuat-buat, dan persahabatan yang tumbuh perlahan dalam keheningan dan kebisingan sehari-hari. Berbeda-beda latar belakang dan kepribadian, mereka belajar saling memahami. Dari candaan ringan Denis hingga ketenangan misterius Danis, dari ketulusan Abdul yang religius hingga kehangatan diam-diam dari Micco-masing-masing membawa warna ke dalam ruang itu. Tahun ajaran bergulir, tugas datang silih berganti, konflik kecil muncul, dan kenangan terus tercipta. Hingga akhirnya mereka harus naik ke kelas 11 dan terpisah, memilih jalan sesuai minat masing-masing. Namun sebelum benar-benar melangkah, mereka menengok ke belakang dan bertanya: apakah ini hanya sebuah kelas... atau sudah menjadi rumah? Sebuah cerita hangat tentang arti kehadiran, penerimaan, dan persahabatan yang tumbuh dalam satu tahun yang sederhana namun tak tergantikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines