Arranged

Arranged

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 10, 2018
Sudah satu tahun Shireen menjadi partner Ayyan dalam rumah tangga yang dibangun oleh orang tua mereka. Namun Shireen tetap belum memberikan keturunan. Shireen tidak menjadikan cinta Ayyan sebagai obsesi. Karena Ayyan adalah miliknya. Namun perasaan ini tertahan hingga menahun. Kehadiran masa lalu Ayyan yang menggetarkan kembali dawai rindu di hati suaminya, membuat Shireen berada pada dua pilihan. Dan setiap pilihan ada batasannya. Inilah hidup. "Kamu kenapa diam aja!" Seru Jia dengan suara mengejek. Shireen terdiam, ia takut pada Baba. Ia malu pada kakak-kakaknya. Dan lagi, Shireen tidak tega menyakiti mama. Ayyan juga sudah berlaku sangat bijaksana. Tidak sekalipun Ayyan menyakitinya. Hanya saja, ia ingin merengkuh cinta Ayyan dan kini semakin sulit.
All Rights Reserved
#272
marriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mas Darsono?! (Dreame)
  • Malam Sendu di Akhir Sujud | TERBIT
  • Destiny
  • AMNESIAL (END)
  • Prenuptial Agreement
  • Dikejar Jodoh
  • NIKAH DULU CINTA BELAKANGAN
  • Dear, Mr. A
  • Sebuah Usaha Maya (TAMAT)

Sebelumnya saya mau minta maaf atas kesamaan nama dan karakter tokoh yang tidak disengaja serta mungkin ada kata-kata yang sedikit tidak sopan dan menyinggung pembaca. --------------------------------------------------------------------------------------------------- Seruni Anjani terus berusaha menghindar dari acara perjodohan yang diciptakan kedua orang tuanya, hingga saat Seruni lelah menghadapinya Seruni harus menerima kenyataan bahwa dirinya, seorang perempuan mandiri dan independen harus terima dijodohkan dengan seorang Mas-Mas yang berpikiran kolot zaman dulu. "Yang bener aja Bu, pokoknya Seruni gak mau dinikahin sama Mas-Mas!!" jerit Seruni histeris di depan Ayah dan Ibunya. "Maaf sayang kali ini tak ada penolakan!" tegas Ayah Seruni. Maka inilah kisah Seruni tentang kehidupannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines