Radar Takdir

Radar Takdir

  • WpView
    Reads 1,202
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 27, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Spiritual-General Fiction <> Ini kisah si dia dan si dia. Yang dipertemukan atas Radar Takdir yang digariskan-Nya. <> ⛅ 09.09.17
All Rights Reserved
#475
pengorbanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]
  • Tertulis Dalam Doa
  • Your Only Limit is You [Completed]
  • Kata Cinta Dalam Doa [END/Tersedia Lengkap]
  • Cinta Gadis Berjilbab
  • Sampai Kepadamu
  • Untukmu Imamku

Aku tidak berani bermimpi. Mungkin ini adalah capuccino terakhir yang bisa kunikmati sambil berbincang berbagai basa-basi denganmu. Membicarakan konsep masa depan yang terlalu jauh, bagiku semacam menelan angan kosong. Lelah jiwaku bila terus berpura-pura menikmati obrolan yang membuatku ingin menghilang. Dan sore ini, setelah lama aku bersembunyi, kau pun datang lagi. "San, kamu kemana saja?" "Aku tidak kemana-mana hanya mengistirahatkan hati." "Jangan pergi lagi. Kita bisa menghadapinya bersama, kan? "Maaf, Kak. Kakak punya impian dan aku punya kenyataan. Aku tak mau menjadi perusak mimpi itu." "Tapi kau adalah sebagian impianku." "..." _________________________________________ NOTE : Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan waktu, tempat, dan suasana hanya karena terinspirasi saja

More details
WpActionLinkContent Guidelines