[TaeTen]How Would You Feel?

[TaeTen]How Would You Feel?

  • WpView
    Reads 5,333
  • WpVote
    Votes 834
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Thu, May 18, 2017
WpInfo
Fanfic
NCT
Pernahkah kau merindukan seseorang hingga ke ruas jarinya? Ruas jarinya yang pernah melekat erat di genggamanmu. Bahkan saat kau terlelap, tangan kecilnya masih setia melekat. Seseorang yang menyapamu di pagi hari dengan senyum di wajahnya. Seseorang yang selalu berada di sisimu. Bagaimana bisa kau mengatakan hal egois seperti itu? Lalu menghilang dalam hitungan detik. Ia menghilang bak mimpi di pagi hari. Saat matamu berhenti terpejam hanya ada asap tanpa api atau bayangan tanpa wujud. Bagaimana ia bisa menghilang sementara bau perfume yang ia kenakan masih menguap di udara.
All Rights Reserved
#223
taeyoung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • ㅊ SEMESTA ㅊ
  • Hug Me {Sehun Irene}
  • By Your Side [Vkook]
  • Silent Hearts, Loud Truths
  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • Imperfect Love [ On Going ]
  • • EUTANASIA •
  • Fragile, Yet Loved (HEEJAKE) END

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines