Sleep With One Eye Open

Sleep With One Eye Open

  • WpView
    Reads 471
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 1, 2017
TRIGGER WARNING!!!! jadilah pembaca yang bijak. Coba bayangkan. Kau hidup abadi di dunia ini, namun jiwamu mati. Coba bayangkan. Kau memiliki kekuatan besar, namun kau merasa seperti terdampar. Coba banyangkan. Seseorang yang tak kau kenal, tiba-tiba mengubah hidupmu menjadi sangat mengerikan. Coba bayangkan. Seseorang yang kau sayang dan kau kenal, tiba-tiba berubah menjadi orang asing dan pergi menghilang. Coba kau bayangkan sekali lagi saja. Kau adalah eksperimen yang gagal. Percayalah, siapapun yang melakukan itu padaku waktu itu, aku bersumpah, dan demi apapun, akan ku cengkram kulitnya yang kotor itu dengan tanganku sendiri. Ia akan selalu tertidur dengan satu mata, karena aku akan datang untuk menjemputnya. Dan akan kuberikan sebuah rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Akan kutatap matanya dengan penuh dendam membara. Akan kucabik-cabik hatinya karena tak memilimi rasa. Lalu, dia akan tahu, bagaimana dia akan mati karena eksperimennya sendiri. Dia tak bisa memberikanku kehidupanku seperti sebelumnya, jadi akan kuberikan kematian yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. copyright April 2017 © by Nikita Anisa.
All Rights Reserved
#9
ghoul
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Monster
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • l WILL KILL YOU { TAMAT }
  • Tanya Pada Waktu (On Going)
  • Kako Kara No Koibito [End]
  • Tunangan sang protagonis
  • That Naughty Monster is My Boyfriend
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤
  • Psychopath Child

Sore itu, aku menemukan seorang anak laki-laki kurus kerontang bagai anjing liar di ujung jalan. Memohon memintaku untuk membawanya ke rumah dengan memprihatinkan, bahkan mengaku tidak memiliki identitas apa pun atau sebait nama ketika kutanya asal-usulnya. Lantas aku mengajaknya ke rumah, merawatnya sepenuh hati, dan memberinya nama Nazael. Namun, ketika anak itu beranjak dewasa, suatu kejanggalan dan beragam konflik perasaan timbul secara berturut-turut. Hingga di titik di mana aku menyesali keputusan konyol membesarkannya sejauh ini, yang sejak awal hanya anak antah-berantah pengirim malapetaka. [ ] - DON'T COPY THIS STORY IN ANY FORM! - © 2025 written by lianilia_

More details
WpActionLinkContent Guidelines