Mawar Palsu

Mawar Palsu

  • WpView
    Membaca 188
  • WpVote
    Vote 29
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mei 1, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
'Dia' adalah hal yang paling indah dan abadi. Meski terkadang hanya aku yang mampu menyadari semua itu. Dan kemanapun aku pergi bayangmu tetap akan mengikuti langkahku. Terkadang aku berfikir bisa melupakanmu meskipun akhirnya selalu gagal. Tapi perhatianmu tanpa pernah berkurang dan hilang. Dan kini aku selalu merindumu, seseorang yang telah banyak memberiku banyak pelajaran berarti tanpa pernah berhenti meski kadang diri ini menyakiti.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#117
perhatian
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • EPIPHANY
  • Ketika Yang Hilang Kembali✓
  • Nothing Vain Love
  • I Missing You (COMPLETED)
  • Aerilyn
  • NATASHA
  • AURORA
  • CLOSER
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan