Robusta dan Soya

Robusta dan Soya

  • WpView
    Reads 716
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 18, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis itu layaknya secangkir 'kopi robusta', hangat dan juga menenangkan. Hidupnya ia jalani dengan tenang walau dalam jiwa terpuruk dan hati terancam sekalipun. Namun suatu ketika, kehadiran seorang pria membuat hidupnya lambat laun menjadi kenyataan yang penuh tanda tanya. Dan saat itu juga, ketenangannya mulai menipis. Pria yang dimaksud itupun layaknya secangkir 'susu soya', lembut dan juga menyenangkan. Terkadang gemar membuat onar, namun mahir membuat orang tersihir hanya menatap matanya. Namun suatu ketika, memori ingatannya tiba-tiba kilas balik saat insiden beberapa tahun silam. Hingga membuat sifat lamanya kembali mucul dan sulit untuk di tepis. Lantas jika mereka bersatu, apakah mungkin menciptakan satu tuju?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mine [SELESAI] ✔
  • Three Idiot Girls  ✔
  • ELGA
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Amor Almira
  • Because I'm Stupid (End)
  • Ekstrovert & Introvert [SELESAI✔️]
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • Pieces of Light

PART MASIH LENGKAP. Kelas sudah sepi sekarang,karna bel pulang telah bunyi lima menit yang lalu.Hanya tinggal Kanaya dan Rayan yang ada di kelas,karna sabil pergi lebih dulu bersama pacarnya itu. Rayan membalikkan badannya,sekarang Rayan dan Kanaya duduk berhadapan. "Hai" sapa Rayan pada Kanaya memecah keheningan. Kanaya hanya melihatnya sekilas lalu kembali membenahi tasnya. "Lo mau pulang bareng gue?" lanjut Rayan bertanya kepada Kanaya. "Maaf gue dijemput sama ayah gue" sahut Kanaya ketus.Seraya berjalan keluar kelas meninggalkan Rayan sendirian. Rayan tau kalau Kanaya akan bersikap seperti itu padanya.Kanaya di kelas sangat pendiam terkecuali jika sabil sedang bersamanya,Kanaya menjadi lebih cerewet. "Will you be mine Kanaya Afinda?" tanya Rayan kepada Kanaya sebelum sampai keluar kelas. Kanaya sontak menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Rayan tajam. "Maksud lo apa ngomong gitu!?" sahut Kanaya dengan nada sedikit tinggi. "Maksud gue,lo jadi milik gue mulai hari ini" "Apaansi seenaknya aja lo kalo ngo-" "Gaada penolakan,dan hari ini juga lo bakal pulang bareng gue.titik." ucap Rayan menyela perkataan kanaya. *** ATTENTION! CERITA INI BELUM PERNAH DIREVISI,JADI MOHON DIMAKLUMI JIKA MASIH BANYAK KESALAHAN DI DALAMNYA. SEMUANYA MURNI KARANGAN PENULIS,JADI TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK SIAPAPUN MENCOPPY CERITA INI. ---------------------------------------------------------------------- Author bakalan ngajak kalian kesel,ketawa dan tegang berjamaah.Tapi kalo kalian gak ngerasain apa apa ya berarti kurang feelnya di cerita ini.Maklum authornya amatiran,ehe. Tertarik? Silahkan baca ya:) But,buat kalian yang punya selera humor tinggi,ini bukan tempat kalian.Karena humor authornya sendiri pun retceh sangadd:') Sankyu -------- Copyright©April2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines