Hidupku sudah sampai pada titik kesempurnaan. Bukan karena harta, tahta maupun rupa. Tapi karena dia. Orang yang memberikan kesempurnaan hingga rasanya tak perlu lagi ku pedulikan semua yang samar. Aku mencintainya. Sangat mencintainya layaknya aku membutuhkan sebuah oksigen. Tak terlihat namun mematikan bila tiada. Tanpa sadar, aku telah sampai di mana sebuah cerita selalu menyebutnya sebagai ending bahagia. Ya. Karena dirinyalah ending bahagia bagiku. Hingga sampai akhirnya suatu kejadian meluluhlantahkan semua kehidupan yang aku miliki saat ini. Tak terkecuali dia, yang hadirnya tak dapat lagi ku sentuh. ===Selesai===
More details