RENJANA
  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 2, 2017
Bagaimana mungkin seorang perempuan yang berusaha mati-matian menghapus masa lalunya, melewati titik batas suka dukanya, setelah sebelumnya merobek tenunan kisah kehidupannya lalu membakar benang-benang yang menghubungkan dengan lelaki yang dicintainya, kini justru bersusah payah menenun kembali kisah yang telah lama ingin dihapuskannya dengan berbagai cara dan berbagai usaha, meski raga lelaki yang dicintainya sudah tidak bersemayam di dunia. Bagaimana mungkin perempuan itu rela mengumpulkan butiran-butiran air matanya untuk dirangkai menjadi sebuah deret kenangan yang selalu dia kenangkan setiap malam, setiap matanya tertutup maupun terbuka hingga membentuk untaian kisah di memorinya. Bagaimana mungkin sebuah gelas yang telah jatuh pecah, akan kembali utuh tanpa adanya keretakan di sekujur tubuhnya. Bagaimana mungkin. --- Kumpulan Cerita Perempuan yang Terjebak Hujan dan Kenangan---
All Rights Reserved
#643
kisahcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Putri Hutan Pinus
  • Kita yang tak bisa bersama
  • TUHAN PELUK AKU SEBENTAR SAJA
  • Aku Jarak dan Dia
  • JINGGANYA SENJA (Lengkap)
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines