PARADOKS
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 15, 2017
Sosok pria yang terlibat dalam kecelakaan tadi, aku merasa dia seperti seseorang yang tidak asing dalam hidupku. Matanya, rambutnya, membuat ingatan kecil yang berusaha aku lupakan itu bangkit kembali. Apakah dia kembali? atau ini hanyalah sebuah harapan yang Tuhan berikan padaku untuk tidak melupakannya? Tidak, aku tidak bisa. Berharap dia akan kembali? Sebuah janji tidak selamanya di tepati. Aku rasa, aku menyerah. (Azela Lou Moretz) . . . Keberuntungan yang kau dapat hari ini belum tentu bisa kamu rasakan lagi esok. Kepompong yang kau lihat menggantung di ranting belum tentu besok menjadi kupu-kupu. Penolakan yang kau terima kemarin, bisa saja hari ini ada yang menunggu jawabanmu. Kesepian yang kau rasakan sekarang, siapa yang tau besok semua orang membuatmu bahagia. Oksigen yang kau hirup hari ini, belum tentu bisa kau hirup besok. Janji yang kau ucap hari ini, apa kau yakin dapat menepati nya mulai saat ini juga?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keysha
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Shivviness[END]
  • The Dark Side(END)
  • ALGENTA
  • ARNWOLF (END)
  • The Other Side
  • Sincerely, Milan
  • Kamu
  • Cahaya Dirimu
Keysha

Dulu dia bisa tertawa lepas. Kebahagiaan menyelimutinya kala itu. Namun ketika kebahagiaan itu direnggut olehnya, dia hanya bisa menyendiri. Bukan keinginannya untuk seperti itu. Hanya saja sisa-sisa kebahagiaan itu sudah tidak ada lagi. Mungkinkah dia akan menemukan kembali kebahagiaan itu? Akankah ada seseorang yang memberikannya kebahagiaan atau seseorang itu hanya akan memperburuk keadaannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines