The Silent Eyes

The Silent Eyes

  • WpView
    Reads 632
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 27, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Buku perdana karya Yuna - Jan Amaranta ini berisi 14 Kisah penuh energi, menguras emosi, dan pastinya keren ^~^ di work ini kami memposting Apapun tentang buku "The Silent Eyes". *** Blurb : Untuk mata yang menunduk ke bawah, berlindung dari debaran jantung kian tak tentu arah. Memalingkan wajah adalah satu-satunya pilihan. Untuk mata yang turun hujan, lalu menghasilkan isak karena sesak akan keadaan. Sadar, waktu hanya diputar satu kali oleh Pemilik Kehidupan. Untuk mata yang menampung kenangan, pengap akan rindu, Karena untaian kisah yang pernah ramai oleh kehadiranmu. Untuk tatapan yang menghujam dengan dingin. Ada bara api menyala penuh luka. Mengerjap sinis, luapan emosi. Cobalah pandang dari sudut yang berbeda. Untuk mata yang memancarkan harapan baru, memberikan sudut yang berkilau pada masa depan, berbinar karena cahaya yang makin terang. Karena mata penyampai isi hati dan pikiran. Ia dapat berbicara, memberi sejumlah isyarat kepada orang, dan mengirimkan sinyal perasaan. Bukankah mata adalah jendela jiwa? Yang akan merekam secara visual seluruh kehidupan yang terlihat. Sekali lagi, karena Dia tidak menilai dari segala bentuk rupa, Namun, memandang ke mata hati kita. *** Cover by : Lovrinz Cetak Pertama Mei 2017
All Rights Reserved
#516
religi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Replay of Our Teenage Year
  • Lovakarta
  • Dua Dunia
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Kesaksian Barang Antik 4
  • I am Your Eyes [SUDAH TERBIT]

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines