Destiny and Hope

Destiny and Hope

  • WpView
    Reads 2,524
  • WpVote
    Votes 701
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 15, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
[cover by NANDA_PUTR1] "Bagaimana jika nanti aku pergi?" ~Daviara Chalisha Arlendra~ "Apa maksudmu?" ~Algaraka Vionard~ "Jawab saja, bagaimana jika nantinya aku pergi meninggalkanmu?" ~Daviara Chalisha Arlendra~ "Ehm..." ~Algaraka Vionard~ . . . Hidup memang terkadang tak selalu seperti apa yang kita inginkan, tak sejalan seperti apa yang kita mau, tak bebas seperti angin yang terus berhembus diseluruh dunia, tak seindah bintang-bintang dimalam hari, tak semerdu suara kicauan burung dipagi hari. Takdir yang datang tak diundang membawa bencana yang tak dinginkan, hal lain yang diharapan musnah dan runtuh bagai diterjang badai. Mimpi-mimpi indah harus berakhir untuk selamanya. Bersama dengan kisah kita yang tak kan tergantikan. "Aku bahagia karena kau hadir dalam hidupku. Tapi apakah kebahagiaan itu akan selamanya bersamaku? Atau takdir jahat yang akan menghancurkannya?" -Daviara Chalisha Arlendra- A/n : masih amatiran. Maklumin aja kalau ditiap part nemuin beberapa kesalahan penulisan (typo) karena author ini hanyalah seorang manusia yang tak luput dari kesalahan. HAPPY READING, MINNA-SAN? Tinggalkan jejak kalian ya?
All Rights Reserved
#348
salahpaham
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argasha [ON GOING]
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • Merajut asa
  • LENGKARA
  • Temporary |End|
  • DÉNOUER [✔]
  • Hallo, Kak Diandra?
  • Zero-sum Love [FIN]

[BUDAYAKAN FOLLOW DULU BARU BACA] Kisah dua remaja yang sama-sama memiliki keluarga yang tidak utuh. Luka dan kecewa sudah seperti lauk sehari-hari. Tetapi setiap manusia memiliki sudut pandang dan caranya masing-masing dalam menghadapi masalah. Begitupun dengan keduanya. "Gue benci takdir. Gue benci tuhan, Ga" Arga menggelengkan kepalanya, "Lo boleh marah, Lo boleh membenci takdir. Tapi tidak dengan penciptanya, Sha." "Lo gak tau betapa beratnya jadi gue, Ga! Lo gak tau gimana susahnya buat senyum! Lo gak tau, Ga." Lirih Asha. "Asha, asal Lo tau. Ada jutaan manusia di bumi, setiap orang punya masalah nya masing-masing. Dan gak sedikit juga yang lebih susah dari Lo." Arga menggenggam erat tangan Asha. "Ikhlasin. Belajar untuk ikhlas. Dekatin diri Lo sama tuhan, maka Tuhan akan menemani Lo disetiap langkah Lo. Trust me, Sha." . . .

More details
WpActionLinkContent Guidelines