Philophobia

Philophobia

  • WpView
    Reads 125,061
  • WpVote
    Votes 4,165
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2019
rank!!! (05-09-2018) #1 in philophobia (11-09-2018) #1 in sajak (29-08-2018) #4 in sajak (11-09-2018) #18 in anaksma (13-08-2018) #29 in troublemaker (18-08-2018) #45 in cogan "Udah puas liat gue nya?" Tanya cowok yang ia tabrak. "Jijik banget bego! Jangan sok kegantengan" Ucap Fella nyolot, agar tidak ketahuan kalau ia salah tingkah melihat ketampanan cowok itu. "Udah nabrak bukannya minta maaf, malah nyolot." Balas cowok itu karena merasa diremehkan atas perkataan Fella tadi. "Suka-suka gue lah, minggir deh lo!" Perintah Fella dengan muka juteknya dan bergegas meninggalkan cowok itu "Lain kali kalau jalan pake mata, cantik doang tapi mata gak dipake." Ucap cowok itu meremehkan, membuat Fella berhenti melangkahkan kakinya "Gue memang cantik, dan satu lagi lo ganteng tapi bego. Dimana-mana jalan pake kaki, lo malah nyuruh gue make mata." Ucap Fella membalikkan perkataan cowok itu, agar tidak terlihat bahwa dirinya sedang salting atas perkataan cowok itu. "IQ lo rendah" Ucap cowok itu meremehkan Fella merasa kesal atas perkataan cowok itu, ganteng tapi tengil. "Lo 12 IPA apaansih? Jangan sok kepinteran!" Ucap Fella meremehkan kembali. "Kalau gue jawab kelas 12 IPA 1, lo kesel gak?" Tanya cowok itu sedikit meledek membuat Fella kesal Namanya siapa sih, kok gue baru lihat, ya? Batin Fella Lalu Fella mengatakan "Biasa aja, kelas unggulan kalau sikap gak unggul macam lo buat apa?" Tantang Fella kembali "Baru satu cewek yang bersikap jutek dan cuek kayak lo. Biasanya cewek-cewek disini seneng kalau lihat gue apalagi nabrak kaya tadi. Lo beda, bikin penasaran." Ucap cowok itu membuat Fella bingung apa maksud dari perkataan itu "Sayangnya gue bukan cewek murahan yang ngejar-ngejar cowok dan nurunin harga dirinya sendiri!" Ucapan Fella membuat cowok yang beberapa langkah darinya itu tersenyum.
All Rights Reserved
#64
philophobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TROUBLE MAKER (OPEN PO)
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • Fight For You
  • Sudut pandang (felisha)
  • Love And Holidays
  • Rannia√
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Troublemaker >< Lovemaker [completed]
  • The Ice Boy [END]✔️

[Sudah Terbit. Open PO] Bagaimana pendapatmu, jika kamu mempunyai tetangga yang menyebalkan? Risih? Kesal? Geram? Jengah? Pasti semua itu benar adanya. Dan, seperti itulah perasaan Yura pada tetangganya. Ralat, bukan pada tetangga nya. Tapi, pada anak tetangganya. Dia adalah Kenan. Si cowok gila. Yang setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu, setiap hari, setiap jam, setiap menit dan detiknya. Cowok itu selalu mengusili, menjahili, dan membuat tekanan darah Yura naik drastis. "Aku punya permanian . Kamu harus nyebutin kata pertama yang aku ucapin. Kalau kamu gak bisa, kamu harus jadi babu di rumah, kampus, dan dimanapun. Oke?" "Ck, oke!" "Aku mau?" "Aku." "Mau eskrim?" "Mau." "Pacaran dikuburan?" "Pacaran." "Sama-sama?" "Sama." "Kamu dan aku?" "Kamu." "Sekarang, gabungin semua kata depan itu." Yura menatapnya jengah, dan mulai menggabungkan seluruh kata depan yang tadi ia ucap. "Aku, mau, pacaran, sama, kamu!" Ujar Yura jengah. Kenan tertawa, "agresif banget sih, Mbak?" Sedetik kemudian, Yura menata kata depan itu lagi. Astaga! Apa-apaan ini! Ini penipuan! "Penipu, lo!" Tunjuk Yura. "Sini-sini peluk dulu, unchh..." So, apakah Yura akan benar-benar jadi pacar dari Kenan? Atau dia akan berusaha lagi untuk menolak Kenan? Start : 25th April 2020 Completed : 22nd June 2020 #3 in love (20th May 2020 ) #1 in Humor (20th May 2020 ) #1 in Teenfiction (20th May 2020 ) #1 in Remaja (20th May 2020 ) #4 in Romance (20th May 2020 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines