All Eyes On You

All Eyes On You

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 30, 2017
Bagi Natta, Perempuan itu tak bisa diibaratkan dengan bunga, karena bunga dapat layu. Perempuan itu bukan sebuah besi yang keras, sebab dia bisa luluh oleh kelembutan. Perempuan itu ibarat berlian, yang senantiasa harus dijaga dan diperhatikan. Natta mempunya paras manis, kulit sawo matangnya dan permainan gitarnya yang membuat perempuan mana saja mau menjadi pacarnya. Natta saja yang tidak mau, ia terlalu fokus sama gitarnya,sekolah,dan juga teman-temannya. Di saat teman-temannya berganti-ganti pacar, ia hanya memerhatikannya, tidak mengikuti teman-temannya. Malah, ia belum pernah merasakan berpacaran itu. Teman-temannya sering mengejeknya karena ia terlalu dingin terhadap perempuan. Tapi saat ia melewati salah satu kelas temannya, ia disitu melihat salah satu gadis. Gadis cantik tertawa bersama teman-temannya. Disaat itu juga, ia ingin mencari tahu tentang gadis ini. Gadis yang sudah mencairkan hatinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • mystery of the past
  • Love & Enemy
  • My Love Ketos❤
  • My Sunshine
  • GALANG [SELESAI]
  • YOu Only MINE ✅
  • Natta (Revisi)
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines