Mawar ke Dua

Mawar ke Dua

  • WpView
    Membaca 312
  • WpVote
    Vote 17
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mei 8, 2017
Kamu hadir menghidupkan kembali hatiku yang hampir mati. Tapi perlahan kamu juga yang mencabit-cabitnya. kamu tahu ? ini sangat menyakitkan. Kamu tahu.. aku kembali bahagia saat kau membawa sentangkai mawar merah merona dengan semerbak wanginya yang menangkan jiwa. Tapi ternyata mawar ini tak hanya kau tujukan untukku semata, bukan kah ini mawar ke dua ? setelah Mawar pertama kau tujukan padanya. kamu tahu... ku pikir aku adalah satu-satunya ? tapi ternyata aku jadi yang ke dua ku pikir hatimu untukku saja tetapi juga untuknya. ku pikir kamu bahagia bersamaku tapi ternyata kau juga bahagia bersamanya kamu tahu.. aku pernah mencoba mengikhlaskanmu bersamanya tapi sungguh aku tak bisa aku terlanjur Cinta tapi tak sudi membagi Cinta Aku terjebak dalam ikatan yang telah kau Ikrarkan padaNya kau berjanji ingin membuatku bahagia di bawah Naungan Cinta Allah tapi begini kah Caranya ???
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Assalamualaikum Imamku
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Pacar Halal [SUDAH TERBIT]
  • Persahabatan Dan Cinta Pesantren [END]
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Air Mata Cinta
  • Menunggumu
  • Laksana [END]
  • As Time Allows
  • TAKDIR ALLAH [End!]

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan