Pengagum Senja

Pengagum Senja

  • WpView
    Membaca 1,362
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 29
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 11, 2017
Tidak ada suatu kejadianpun yang terjadi di atas muka bumi, melainkan telah tertulis di Lauhild Mahfudz. Angin yang berhembus, daun yang jatuh, air yang mengalir, tidak terkecuali takdir. Semuanya terencana, tercatat, bak skenario besar, oleh DIA, Tuhan, dan untuk kalian yang percaya, dan aku sangat percaya itu. Karena tanpa-Nya, tanpa kehendaknya, mungkin, ahh malah pasti, aku tidak mungkin ada disini, di dunia bersama ketiga sahabat yang pasti Tuhan telah menakdirkan kami berempat berteman, bersahabat, ahh malah bersaudara. Yang entah mulai kapan ? tidak ada satupun diantara kami yang ingat kapan kami mulai saling mengenal, mulai bermain bersama. Hingga saat ini, saat dimana rasa takut kehilangan mulai tumbuh, saat dimana mulai mengerti pentingnya 'ada', dan mulai mengerti betapa berharganya 'sahabat'. Satu hal yang kami berempat ingin selalu pertahankan adalah : Kebersamaan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • QODARULLAH
  • FOUR DREAMS
  • Everything Has Changed (Completed)
  • MEMORIA (COMPLETE)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Tandang
  • Happy [ Sudah Terbit ]
  • Tuhan Cinta Kita
  • Till I Meet You
  • Rasa dan Harapan

Semua manusia tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kedepannya. Tidak ada manusia yang selalu bahagia tanpa rasa sedih yang menghampiri. Pun sebaliknya, tidak akan ada manusia yang berlarut-larut dalam kesedihan tanpa sedikit bahagia yang akan jadi pengobatnya. Kita semua adalah manusia biasa yang kapan saja akan berpulang kepada-Nya jika sudah waktunya. Tidak peduli apa yang tengah dilakukan. Jika masa itu tiba, tidak ada siapapun yang bisa mencegahnya. Kita tidak bisa menawar untuk hidup lebih lama, pun kita tidak bisa meminta untuk dipercepat bertemu dengan-Nya. Semua sudah diukur dengan porsinya masing-masing. Rejeki, jodoh, maut, semua kisah hidup sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Kita manusia biasa. Kita hanya bisa berencana. Sedangkan hasilnya, itu sudah menjadi takdir Yang Maha Kuasa. Selamat membaca. Ini cerita pertama yang saya tulis. saya harap pembaca bisa menikmati tulisan saya. Ambil hikmah positifnya. jangan sungkan untuk memberikan kritik agar kedepannya penulis bisa menjadi lebih baik. Salam hangat, Penulis Catatan: Seluruh foto dari cover hingga foto yang ada di cerita, semuanya penulis ambil dari beberapa website yang ada di google. Jadi, gambar bukan milik penulis ya. Karena penulis tidak mempunyai keahlian dalam bidang gambar.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan