Pengagum Senja

Pengagum Senja

  • WpView
    Reads 1,384
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 11, 2017
WpInfo
Fiction
Historical
Tidak ada suatu kejadianpun yang terjadi di atas muka bumi, melainkan telah tertulis di Lauhild Mahfudz. Angin yang berhembus, daun yang jatuh, air yang mengalir, tidak terkecuali takdir. Semuanya terencana, tercatat, bak skenario besar, oleh DIA, Tuhan, dan untuk kalian yang percaya, dan aku sangat percaya itu. Karena tanpa-Nya, tanpa kehendaknya, mungkin, ahh malah pasti, aku tidak mungkin ada disini, di dunia bersama ketiga sahabat yang pasti Tuhan telah menakdirkan kami berempat berteman, bersahabat, ahh malah bersaudara. Yang entah mulai kapan ? tidak ada satupun diantara kami yang ingat kapan kami mulai saling mengenal, mulai bermain bersama. Hingga saat ini, saat dimana rasa takut kehilangan mulai tumbuh, saat dimana mulai mengerti pentingnya 'ada', dan mulai mengerti betapa berharganya 'sahabat'. Satu hal yang kami berempat ingin selalu pertahankan adalah : Kebersamaan.
All Rights Reserved
#829
fiksisejarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • ALDINAYA [Sudah Terbit]
  • Happy [ Sudah Terbit ]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • Everything Has Changed (Completed)
  • Till I Meet You
  • ZENARZEL [SELESAI✔]
  • Pain of the Slayer
  • Damira (END)
  • MEMORIA (COMPLETE)

Dulu, mereka adalah satu. Tujuh saudara yang lahir di bawah langit yang sama, bersinar bersama dalam satu rasi. Tapi takdir mencabik mereka menjadi dua dunia yang berbeda. Rajendra, sang sulung, harus bertahan seorang diri menghidupi tiga adiknya yang hidup dalam kerasnya perjuangan, sementara tiga lainnya tumbuh dalam kenyamanan yang jauh berbeda. Di tengah keremangan waktu, luka lama kembali menganga ketika pertemuan yang tak terduga memaksa masa lalu untuk berbicara. Rajendra menatap mereka bukan sebagai keluarga, melainkan sebagai bayangan dari takdir yang kejam. Dengan setiap tanya dalam hatinya, ia bertanya-tanya-bisakah hubungan yang dulu utuh itu benar-benar pulih, atau justru semakin hancur? "𝘋𝘶𝘭𝘶 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘯𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘳𝘢𝘴𝘪. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘣𝘪𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢, 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘵𝘶?" Sebuah kisah tentang perjuangan, kehilangan, dan pertanyaan mendalam tentang arti keluarga. Mampukah luka yang telah lama tersembunyi disembuhkan, atau akankah perbedaan yang tak termaafkan terus membayangi langkah mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines