JUNGWONARA [ TAMAT ]
Bagi Yang Jungwon, tipe idealnya cuma satu: perempuan yang lebih muda, penurut, dan tidak banyak mengatur. Sebagai calon Insinyur, dia suka memegang kendali atas strukturnya sendiri. Baginya, menjalin hubungan dengan perempuan yang lebih tua itu rumit, melelahkan, dan terlalu banyak aturan.
Sampai akhirnya, dia terjebak di lapangan OSPEK yang terik dan berhadapan dengan Nara.
Nara adalah definisi mimpi buruk Jungwon: Senior, panitia disiplin, dan hobi mengaudit setiap inci kesalahan atributnya dengan tatapan tajam. Sialnya, Nara bukan cuma "kakak tingkat" yang menyebalkan, tapi dia adalah pemilik ujung benang merah yang melilit pergelangan tangan Jungwon.
Jungwon berusaha menyangkal. Dia mencoba memutus logika takdir itu dengan segala teori teknik yang dia punya. Namun, setiap kali Nara mengeluarkan perintah galaknya, Jungwon justru merasa "pondasi" idealismenya mulai retak.
"Aku emang nggak suka cewek lebih tua. Tapi kalau kamu yang jadi Mandornya, kayaknya aku rela jadi asisten magang seumur hidup."
Di antara aroma kayu balsa, laporan keuangan yang tidak balance, dan pendar benang merah yang semakin kuat, Jungwon harus mengakui satu hal: Bahwa dalam proyek masa depannya, Nara adalah satu-satunya Supervisor yang tidak boleh ia lepaskan.
Kisah tentang si Maba Teknik yang kualat pada tipenya sendiri, dan si Kating Akuntansi yang mendadak punya asisten hidup paling keras kepala.