Senja itu , Danina berjalan pulang melewati taman. Langkah kakinya pun terdengar lembut , ia bingung kenapa bisa seorang danina memperlakukan manusia secara kasar. Tak terasa air mata jatuh perlahan membasahi pipinya, ia tersentak dan jatuh perlahan. ia menangis Sejadi-jadinya. Tak Lama ada langkah kaki yg perlahan mendekatinya dan mungkin mengikutinya dari belakang. Tiba-Tiba.. "Kenapa menangis?" Tanya pria itu. Danina masih menangis, sambil sesekali ia mengusap air matanya. "Danina.. ", "Apa boleh ku antar kamu pulang?, Aku tak bisa membiarkan orang yang peduli padaku berjalan sendirian" akhirnya danina menoleh ke arah suara itu sambil tetap mengusap air matanya dan memperjelas pandangannya. dengan suaranya gemetar danina bicara "Rrr Rr Rafa?" "Hay danina!" dengan senyumnya yang manis. Dan....... hayooooo dan apaaaa hahaha, tunggu yaaa lagi pending nih. kalo gak follow gak akan di sambung ceritanya eheheheh. :)
More details