Kepada, [TAMAT]

Kepada, [TAMAT]

  • WpView
    LECTURAS 12,756
  • WpVote
    Votos 897
  • WpPart
    Partes 31
WpMetadataReadConcluida mié, jun 9, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Di hadapan Ranu Kumbolo gadis itu kembali menatap kabut yang mulai turun. Dibelakangnya dua sosok manusia sedang berpelukan melawan suhu dingin yang menerpa. Salah satu diantara mereka bertiga menunggunya mulai menulis. "Ta, sudahlah." Aku akan menulis, ini untuk terakhir kalinya. Lelaki itu menghela nafas panjang "Sudahlah. Semakin sukar kau akan melepasnya." Tidak. Aku akan menulis. Yang diajak berbicara hanya mengangguk lemas. "Cepatlah, Ta. Aku tidak mau kau mati hipotermia hanya karena sepicisan surat cinta." Menurutmu ini surat cinta? "Lantas?" Gadis itu diam, matanya berkaca-kaca.
Todos los derechos reservados
#442
kopi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AIRen
  • MARSHA (END)
  • Perfect Change
  • my story
  • Wait Or Stop
  • Maafkan Aku
  • Tentang Kita
  • dimana janji tersebut
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido