Maid Girl for Kris

Maid Girl for Kris

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 8, 2017
WpInfo
Fanfic
Namanya Miyazono Maudy. Gadis berdarah Korea-Jepang itu mendapat kesialan, dia harus mengajak pasangannya untuk di pernikahan sepupu nya. Bahkan dia tidak punya pacar. Oh ralat, bahkan tidak pernah. Dia sudah mengatakan bahwa dia manyukai Kris dan hanya mempunyai waktu satu minggu untuk membuat Kris menjadi pasangan nya. Tetapi Kris terlalu dingin, jadi saat kurang dari 2 hari Maudy menanyakan apakah Kris mau menjadi pasangan pura-puranya. --- Kalo suka jangan lupa vomment yap :) Kalo gasuka jadi silent reader aja, aku udah bangga.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Surgeon
  • Terpaksa Menikah Dengan Om Mesum (END)
  • Mischievous
  • Exo M VS Exo K (School Ver)
  • I'm Empress of Kaisar Wang [END]
  • Wedding contract(Hunzy LoveStory)
  • 𝐅𝐈𝐑𝐒𝐓 𝐋𝐎𝐕𝐄: S.Manjirou × Reader
  • ꜱᴏʀʀʏ ɪ ʟᴏᴠᴇ ʏᴏᴜ :)  (Tamat)
  • Loving You

"Apa kamu masih milikku?" Tanyanya. "Maafkan aku tapi aku tidak bahagia lagi" jawabnya dan segera pergi. Gadis itu tertinggal dan menangis di bawah guyuran hujan, gemuruh guntur seakan-akan sesuai dengan gejolak emosi gadis itu. Lee Dain, seorang pria yang berkecimpung di bidang kedokteran dan punya pacar bernama Ahyeon Kim yang calon pengacara. Mereka sangat saling mencintai sejak mereka menginjakkan kaki di bangku kuliah. Mereka berkata, semua orang tahu bagaimana cara mencintai tetapi sedikit orang yang tahu bagaimana untuk tetap mencintai satu orang selamanya tetapi ketika keduanya mengambil jalan mereka bersama, saat mereka tumbuh dewasa dan berpikir bahwa semuanya akan lebih mudah dan akan saling memahami satu sama lain saat masalah datang, tiba-tiba satu dari mereka tidak lagi mencintai. Saat dia menatap matanya, dia tidak bisa melihatnya sebagai masa depannya, sebagai seseorang yang dia butuhkan saat dia kesakitan, seseorang yang dia pikir akan membawanya ke gereja, seseorang yang tidak bisa lagi dia panggil "Milikku". Apa jadinya jika lelaki yang menjadi sumber kekuatanmu meninggalkanmu saat kamu sangat membutuhkannya? Akankah kamu menerimanya kembali atau melepaskannya saja dan memulai perjalanan baru tanpanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines