Story cover for Art by Niawidianti
Art
  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Mei 08, 2017
Diriku ini sendiri, sepi.
Hati ini tak terisi, hampa.

Sampai diri ini bertemu dengan sosok yang memiliki sebagian hidupku yaitu seni.

Tetapi apakah dia bisa mewarnai diriku, mewarnai seniku.

Karena hatiku telah kelabu, terlalu sulit hanya untuk bisa seperti orang lain.

Orang lain yang mempunyai warna dalam dirinya, mempunyai warna dalam seninya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

1 bab

Daftar untuk menambahkan Art ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#139shcool
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Don't Talk About Money oleh catheryn99
55 bab Lengkap
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Love Is Not Easy cover
Insecure [REVISI] cover
Two Love One The Heart [On Going] cover
Your My Brother cover
Constellations From The Room cover
ARGA✔[Completed] cover
RIKORA (On Going)  cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
Sunyi cover
Don't Talk About Money cover

Love Is Not Easy

11 bab Bersambung

"Kak seharusnya kalau lo memang enggak suka sama gue... jangan kasih gue harapan sebesar ini."