Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Rose Eternal  [ KUMPULAN PUISI ]

Rose Eternal [ KUMPULAN PUISI ]

  • WpView
    Membaca 80
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mar 21, 2018
WpInfo
Puisi
Membaca itu mudah katamu ? Aku harus menerka setiap maksudmu, ajarmu Melihat itu menggunakan mata saja katamu? Aku harus pakai kata hati untuk menerima, ajarmu Kamu sudah lupa judul lagu itu . Benar benar lupa katamu. Bahkan reff atau bridge saja kamu benar melupakannya Oh, ternyata nadanya saja tak kau ingat Aku tidak sedang bertanya Jadi bagimu aku ini apa Tidak kok, aku tak perlu bertanya itu Aku hanya bergumam pada punggungmu Bagaimana bisa kamu begitu menggodaku Padahal kita tak pernah bertegur sapa Jangan sekarang, jangan dulu kamu pergi Biarlah ku pandang caramu memandang Biar kulukis dengan palette dan kuas Maaf, warna hidupku terbatas Kamu mau warna apa? Aku cuma punya hitam dan putih Ahh, aku lupa jika dicampur akan jadi abu abu Kamu itu seperti cakram Seharusnya berwarna warni Jadi jika kuputar dengan teori Kamu akan memperoleh hidupku yang putih Tidak lupa aku punya hitam Saat aku kehilangan cahaya Saat di mana aku sadar Untuk merelakanmu Peron Stasiun, 1 Januari 2018 Never yours, Me (Terpendam tanpa dendam)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#335
idola
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • NAVILLERA
  • PAINFUL✔[SUDAH TERBIT]
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Hanya Saja
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • please stop it!! [Ending]
  • Fifa Story [END] ✔
  • Broken melodies
  • Write the Last Part | Na Jaemin [SUDAH TERBIT]✅️

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan