Rose Eternal  [ KUMPULAN PUISI ]

Rose Eternal [ KUMPULAN PUISI ]

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 21, 2018
Membaca itu mudah katamu ? Aku harus menerka setiap maksudmu, ajarmu Melihat itu menggunakan mata saja katamu? Aku harus pakai kata hati untuk menerima, ajarmu Kamu sudah lupa judul lagu itu . Benar benar lupa katamu. Bahkan reff atau bridge saja kamu benar melupakannya Oh, ternyata nadanya saja tak kau ingat Aku tidak sedang bertanya Jadi bagimu aku ini apa Tidak kok, aku tak perlu bertanya itu Aku hanya bergumam pada punggungmu Bagaimana bisa kamu begitu menggodaku Padahal kita tak pernah bertegur sapa Jangan sekarang, jangan dulu kamu pergi Biarlah ku pandang caramu memandang Biar kulukis dengan palette dan kuas Maaf, warna hidupku terbatas Kamu mau warna apa? Aku cuma punya hitam dan putih Ahh, aku lupa jika dicampur akan jadi abu abu Kamu itu seperti cakram Seharusnya berwarna warni Jadi jika kuputar dengan teori Kamu akan memperoleh hidupku yang putih Tidak lupa aku punya hitam Saat aku kehilangan cahaya Saat di mana aku sadar Untuk merelakanmu Peron Stasiun, 1 Januari 2018 Never yours, Me (Terpendam tanpa dendam)
All Rights Reserved
#77
idola
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NAVILLERA
  • AlfAbel [END]
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Memories in Moon
  • Broken melodies
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Hanya Saja
  • Kepada sang pencipta rindu
NAVILLERA

Aku memang tidak pandai mengarang kata-kata. Guratan tinta diatas kertas sekarang terjadi dengan sendirinya sesaat kamu melintas dipikiran ku. Aku rindu kak. Rindu kita. Aku memang tidak pernah membuat sajak. Tidak mahir seperti kamu yang serba tau. Aku juga bukanlah orang yang puitis, tidak seperti kamu yang serba bisa. Sekarang tolong terimalah sajak pertama ku yang kamu desak untuk kubuat. Judulnya memang sederhana, isinya juga mungkin biasa saja tapi kurasa itu cocok denganmu. Semoga kamu membacanya dari tempat kamu berdiri... ...meski entah dimana. ©Navillera__17 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines