Starla
  • WpView
    Reads 251
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Dec 2, 2021
Tentang seorang gadis polos bernama Starla Eveline Fernand. Gadis polos yang harus menghadapi kerasnya dunia seorang diri. Ohhh tidak... Dia bersama adiknya Zahra Ereline Fernand. Adik kecilnya yang menderita leukemia. Mau tak mau Starla harus kuat bekerja keras untuk kesembuhan adiknya. Yaaa berjuang sendiri, ibunya sudah tenang di samping Tuhan. Ayahnya? Entahlah pergi kemana. Sampai Starla berada dalam kondisi yang benar benar sulit. Entah bagaimana Starla harus menghadapinya. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Valdo. Revaldo Argada Orland. Pertemuan singkat yang akan menjadi awal dari cerita mereka. Entah sedih atau bahagia? Banyak part di prifat. Silahkan follow terlebih dahulu. Selamat membaca. Dilarang keras mengcopy cerita ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • ANAK YANG TIDAK DIANGGAP SANG AYAH
  • love or dreams
  • Larisa (TAMAT)
  • PURPLE DESTINY
  • RAYNZAL ANGKASA
  • AdiSaka ( On Going )

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines