Story cover for Coffee House  by Gandhi29
Coffee House
  • WpView
    LECTURES 172
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 172
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement mai 08, 2017
Secangkir kopi adalah cinta;
Sesekali ia meluap,
Oleh rasa manis
Oleh rasa pahit

Terkadang,secara bersamaan dua rasa itu membekas di lidah;
Masih cinta,tapi sudah terlanjur benci.


                        * * *

Kita tak butuh sinopsis untuk memulai cerita yang satu ini,karena percaya atau tidak,'buku' ini hanyalah berisi sebuah daftar minuman kopi.

Kau hanya perlu memesan,

Lalu menghabiskannya.

Setelah itu ceritakanlah padaku,rasa apa yang masih tersisa di lidahmu,di hatimu.


Tuan-tuan dan nyonya-nyonya,selamat menikmati pesanannya ;)


-Gandhi-
Tous Droits Réservés

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter Coffee House à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
ROMANCE FROM HIGH SCHOOL cover
Coffee Meet || Kim Taehyung cover
SETULUS CINTA LUNA (END) cover
The Coffee Crush  cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
complicated feeling | ✓ cover
Berlari Untuk Menyerah [TERBIT CETAK] cover
Coffee Romance cover
Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ] cover
Our Coffee (Completed) cover

ROMANCE FROM HIGH SCHOOL

10 chapitres Terminé

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."