Pada tahun 2938, seorang pria berusia 72 tahun di kenal dengan nama, Amos. Dengan bekal IQ 180, ia kemudian menciptakan sebuah dadu dengan 5 warna berbeda, masing-masing dadu memiliki kemampuan di luar batas manusia biasa, di rakitnya setelah berbagai eksperimen yang ia lakukan.
Kota Washington, D.C, adalah kota yang awalnya damai dengan keyakinan agama dan kepercayaan mereka masing-masing. Menjadi lautan darah, pertikaian dan tindakan komunis di berbagai himpunan orang.
Amos adalah pencipta dadu dan juga merupakan orang yang tidak percaya akan adanya tuhan.
Hingga seorang peramal, mengatakan kepadanya. Bahwa akan ada anak yang akan menghentikannya. Deviandos Aaron Adamson. (ADOS)
.
Happy reading, tinggalkan vote jika kalian menyukai cerita ini.
Unsur di dalam berisi tentang agama, pertentangan adanya tuhan, darah, dan sains.
semoga kalian suka.
hargai karya orang.
DON'T COPPY PLEASE. Imajinasi tidak segampang MENEKAN TOMBOL COPAS.
Di balik lampu-lampu jalan yang temaram dan gang-gang sempit penuh bayangan, tersembunyi jalan yang tak boleh dilalui-jalan yang berlumur darah dan rahasia.
Celena, gadis 18 tahun yang selama ini hidup dalam dunia yang aman dan terang, tiba-tiba terseret ke dalam lingkaran gelap yang tak pernah ia bayangkan. Semua bermula dari kematian ayahnya yang misterius dan surat tak bernama yang mengarahkannya pada nama yang terlupakan: Raiden.
Raiden bukan orang biasa. Dingin, sadis, dan penuh luka masa lalu. Jalanan adalah rumahnya, dan setiap tikungan menyimpan sisa-sisa dendam yang belum tuntas. Ketika Celena muncul dalam hidupnya, segalanya berubah. Antara rahasia, pengkhianatan, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh-mereka terpaksa menyusuri jalan terlarang itu bersama.
Tapi di dunia tempat darah dan keadilan tak pernah berjalan seiring, satu pertanyaan akan terus menghantui mereka:
Berapa harga yang harus dibayar untuk kebenaran?
---