Story cover for Dados (Dice) by Fhaeltfh
Dados (Dice)
  • WpView
    Membaca 43
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 43
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Mei 09, 2017
Pada tahun 2938, seorang pria berusia 72 tahun di kenal dengan nama, Amos. Dengan bekal IQ 180, ia kemudian menciptakan sebuah dadu dengan 5 warna berbeda, masing-masing dadu memiliki kemampuan di luar batas manusia biasa, di rakitnya setelah berbagai eksperimen yang ia lakukan.

Kota Washington, D.C, adalah kota yang awalnya damai dengan keyakinan agama dan kepercayaan mereka masing-masing. Menjadi lautan darah, pertikaian dan tindakan komunis di berbagai himpunan orang.

Amos adalah pencipta dadu dan juga merupakan orang yang tidak percaya akan adanya tuhan.
Hingga seorang peramal, mengatakan kepadanya. Bahwa akan ada anak yang akan menghentikannya. Deviandos Aaron Adamson. (ADOS)

.

Happy reading, tinggalkan vote jika kalian menyukai cerita ini.
Unsur di dalam berisi tentang agama, pertentangan adanya tuhan, darah, dan sains.
semoga kalian suka.
hargai karya orang.
DON'T COPPY PLEASE. Imajinasi tidak segampang MENEKAN TOMBOL COPAS.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

1 bab

Daftar untuk menambahkan Dados (Dice) ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#15dadu
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
[COMPLETED} Pure Blood -- Book #1 (2017) oleh emerald_valley
12 bab Lengkap
T • A • M • A • T Hanya tersedia dari Prolog sampai dengan Bagian 10 Baca Pure Blood secara lengkap di GoodNovel, Meganovel, dan Webnovel! Judul: PURE BLOOD (DARAH MURNI) Penulis: Selist Emeral Valley °•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•° Highest Rank #1 dalam kategori Vampire Indonesia °•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•° Deskripsi cerita: Diana Charlotte adalah wanita aneh dan misterius yang terpaksa harus dibawa oleh Albert Valentino untuk dijadikan santapan bagi Tuannya, Raizel Harrison de Haltz yang merupakan seorang pemimpin klan vampir bernama Haltz. Diana merupakan gadis pemberani dan tidak takut pada apapun, sekalipun itu adalah Raizel yang merupakan vampir terkuat. Saat detik-detik kematiannya akan tiba, Diana tetap tenang, dan masih sempat menatap iris berwarna merah darah milik Raizel dengan iris berwarna biru miliknya. Setelah darahnya dihisap habis, seharusnya Diana sudah mati. Namun entah ini disebut keajaiban atau keanehan, jantung Diana masih terus berdetak walau sangat lemah. °•.•°•.•°•.•°•.•°•.•° •.•°•.•°•.•°•.•° ♢ Mulai di publikasikan sejak Juli 2016. ♢ Kembali di re-make dan dipublikasikan kembali sejak 1 Januari 2017. ♢ Tamat di tanggal 1 September 2017. °•.•°•.•°•.•°•.•°•.•° •.•°•.•°•.•°•.•° ■ Cerita ini dilindungi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. ■ Dilarang keras melakukan plagiat, mengikuti, menjiplak, atau merubah isi dari karya maupun konten yang ada.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
𝕯𝖆𝖗𝖆𝖍 𝕯𝖎 𝕵𝖆𝖑𝖆𝖓 𝕿𝖊𝖗𝖑𝖆𝖗𝖆𝖓𝖌 [TERBIT] cover
[COMPLETED} Pure Blood -- Book #1 (2017) cover
The Journey of Love cover
SHEYRA [END] cover
Psikopat Digital? [End] cover
Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ] cover
ATANIA Daughter Of Goddes cover
Olympus Academy cover
ARSYA ✔ cover
AISY [Complete ✔] cover

𝕯𝖆𝖗𝖆𝖍 𝕯𝖎 𝕵𝖆𝖑𝖆𝖓 𝕿𝖊𝖗𝖑𝖆𝖗𝖆𝖓𝖌 [TERBIT]

27 bab Bersambung Dewasa

Di balik lampu-lampu jalan yang temaram dan gang-gang sempit penuh bayangan, tersembunyi jalan yang tak boleh dilalui-jalan yang berlumur darah dan rahasia. Celena, gadis 18 tahun yang selama ini hidup dalam dunia yang aman dan terang, tiba-tiba terseret ke dalam lingkaran gelap yang tak pernah ia bayangkan. Semua bermula dari kematian ayahnya yang misterius dan surat tak bernama yang mengarahkannya pada nama yang terlupakan: Raiden. Raiden bukan orang biasa. Dingin, sadis, dan penuh luka masa lalu. Jalanan adalah rumahnya, dan setiap tikungan menyimpan sisa-sisa dendam yang belum tuntas. Ketika Celena muncul dalam hidupnya, segalanya berubah. Antara rahasia, pengkhianatan, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh-mereka terpaksa menyusuri jalan terlarang itu bersama. Tapi di dunia tempat darah dan keadilan tak pernah berjalan seiring, satu pertanyaan akan terus menghantui mereka: Berapa harga yang harus dibayar untuk kebenaran? ---