Berlabuh

Berlabuh

  • WpView
    Reads 348
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 15, 2017
Bertahan, sampai kapan harus melakukan hal bodoh seperti itu? sampai semua rambutmu sudah berubah abu-abu? atau sampai dunia dan isinya sudah enyah? kau masih harus melakukan hal yang berguna, hidupmu masih harus dilanjutkan, kau masih harus menunjukkan padanya bahwa kau -baik baik saja- tanpanya. Hatimu harus berlabuh, harus pindah ke hati yang lebih bisa membatu menyempurnakan kekuranganmu. Tidak apa-apa jika kau menangis, tapi ingat waktu berjalan, bumi pun akan terus berputar, masa depan menunggu untuk disinggahi, kau tidak selamanya akan berjalan ditempat saja. Jika hilang satu jalan, berbeloklah, masih banyak jalan yang lain yang menanti untuk kau lalui. Berlabuhlah jangan hanya menetap, ombak akan menghantam mu jika kau diam saja, perahu pun pasti akan terbalik jika dia tidak terus berjalan. -Sahara, Berlabuh-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Waktu
  • Path
  • KARINALTHA
  • Bentangan Payung Biru
  • The First, Not the Last
  • THE CLIMB [Completed]
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • Become an Extra or Main Character [END]
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines