Story cover for kaCamata by Azz---
kaCamata
  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published May 10, 2017
"Manusia hanya memandang dari apa yang digunakannya, sungguh picik dunia ini" Cristian Leonardo

"Aku tak mengerti, kenapa hanya dengan barang yang bernama kacamata seseorang terlihat aneh dimata yang lainnya" Cristabella Anastasia William

Sebuah benda yang dipandang sebelah mata apabila ada yang menggunakannya.

Bagaimana kelanjutanya? Ikutin yuk ?
All Rights Reserved
Sign up to add kaCamata to your library and receive updates
or
#601camerondallas
Content Guidelines
You may also like
Not Me & Not Mine by elsyaqif
22 parts Ongoing Mature
Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief
You may also like
Slide 1 of 8
Land of Youth cover
That One Person, YOU cover
kaLAna: Two Different Worlds cover
Obsession (End) cover
Kamu Milikku cover
DEVANO ( sedang di Revisi)  cover
Evanescent cover
Not Me & Not Mine cover

Land of Youth

23 parts Complete

Luar biasa indahnya-bahkan terlalu indah daripada berlian di museum sekali pun. Nattlee tidak bisa melepaskan pandangannya dari cermin, dibawah sorot lampu kamar mandi sepasang permata hijau berkilau sejerni air balik menatap dari seharusnya tempat matanya berada. Awalnya mata itu seperti biasa, hijau muda biasa yang dikatakan orangtuanya sangat indah. Tetapi sekarang, warna itu berkilau dan mengeras seperti air di musim dingin. Dan bagaimanapun jadinya, berakhir seperti permata. Akan tetapi permata itu terlalu mencolok untuk dimiliki oleh seorang pelajar baru sepertinya, di satu sisi bukan pertanda yang bagus. Bagaimana anak-anak lain akan menyikapinya? Tak semua orang akan menganggap itu sebagai mata. Akhirnya mata itu akan berubah menjadi bencana bagi Nattlee, apalagi jika Kenan-teman masa kecilnya-mengetahui hal itu. Hidup Nattlee akan semakin merana. Sejak saat itu dunianya berubah, dimulai dari matanya yang berubah menjadi pertama. Seorang pemuda misterius muncul di sekolah dan menyebarkan kehebohan dengan keunikan dirinya, yang mengejutkannya-saat mereka bertemu-memiliki permata biru indah yang berkilau. Mata pertama yang sama. Seolah adalah takdir, pemuda itu bertingkah aneh dengan mengatakan kalau dirinya-Nattlee-berasal dari dunia yang berbeda. ---- Catatan : Jika kalian pengguna aplikasi membaca lain (fizzo) jangan kaget kalau menemukan cerita ini, karena keduanya sama buatan author