Who/y~? |2|

Who/y~? |2|

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 17, 2017
Mirip sepertinya tapi.. mana mungkin itu diaa.. Dia sudah meninggal. Kalaupun masih hidup, dia tak mungkin mempunyai sifat seperti sedingin dan secuek itu.. "Dasar Cewek Gak Punya Ekspresi!!" Astaga!! aku mengatakannyaa!! Itu julukan yang diberikan dari orang orang kampus sini mengenai sifatnya. Yahh.. semua terdiam saat mendengar kata kata yang kulontarkan. Emang ada apa sih sebenarnya? "Kamu.. ngomong apa tadi, hah?!" Gawatt!! Dia marahh.. "Cewek Gak Punya Ekspresi" Jawabku santai ~Artoz~ Hidup yang baru begitu mengasingkan buatku.. Yahh.. setidaknya ini lebih baik dan kini, aku bukanlah yang dulu. Tak ada yang kukenal dan di kenal. ~Xenia~ Maafkan aku.. Tapi ini jalan yang terbaik.. Maaf, Renki. Karena aku, kau pergi. Slamat Jalan, Renki. ~Stela~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • LOVE YOU MY ICE [END]
  • Kahfi dan Yumna 2
  • Abidzar
  • Fake Nerd [Completed]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • THE SECRET LOVE (Completed)
  • ARGA [Completed]

[SLOW UPDATE] Mungkin, kali ini dia hanyalah pendatang. Tapi, bagaimana jika suatu hari nanti dia lah yang menjadi penopang? ________ Cerita ini bermula ketika Ghea Andara, cewek pecinta seni yang berniat membongkar kasus kematian sahabatnya, Clara Anindita. Setelah kepindahannya dari SMA Pelita ke SMA Angkasa, membuat kehidupan Ghea semakin rumit. Terutama tentang kisah cintanya. Diluar dugaannya, orang yang selama ini ia cari ternyata bersembunyi di balik sifat baiknya. Apa yang dirasa baik, nyatanya tak sebaik apa yang dipikirnya selama ini. Mustahil kah jika siapa saja bisa menjadi pelakunya? *** "Gak mungkin dia..," lirihnya seraya membekap mulutnya tak percaya. "Tapi kalo kenyataannya seperti itu, kita gak bisa apa-apa," "Gak!" "Ini mustahil!" "Gak mungkin!" "Bagaimana bisa?!" Ia hanya bisa menatap gadis di depannya ini dengan wajah sendu. Kini, jiwa itu seolah rapuh. Seakan tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang berhasil singgah di hatinya, ternyata adalah orang yang membuat nyawa sahabatnya melayang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines