We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Tears
  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 29, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu munafik Andra. Kamu sembunyiin semua ini, kamu cuma takut posisi on top kamu tergantikan aku. Namun disisi lain kamu juga nggak bisa bohongin perasaan kamu sendiri" Fla mencoba membendung kristal di matanya kini. Flafina Kezia Dealova Gadis manis yang sangat suka menyendiri "Gue nggak tau harus milih Lo atau posisi on top itu. Karena kalian sama-sama masa depan gue" Andra sudah meluruh ke lantai. Denandra Dirta Denova Primadona sekolah, pintar, Brrrrr... Ketika kata-kata sudah tak bisa menjadi kalimat. Ketika kalimat sudah tak bisa menjadi cerita. Ketika cerita tak lagi dipercaya. Air mata lah yang akan melukiskannya. Akankah mereka akan mulai merubah diri satu sama lain?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lolly [END]
  • "Si Caramel & Si Dingin" (FreFlo)
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • The End of Keyra's Revenge
  • Pasangan Aneh (END)
  • Immolation ✔
  • Don't Talk About Money
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Distance

Kenalin, gue Lolly Muzema. Gue biasa dipanggil Lolly, ya, panggilan yang imut menurut gue. Gue adalah anak dari Pak Dito Valenzha Muzema dan Ibu Ardhila Putri. Murid SMA Normezza, kelas 11 Ipa 3 yang bisa dibilang ga pinter, dan sedikit bodoh. Tetapi, gue punya bakat dalam bermain gitar. Menurut orang yang udah kenal gue, gue bisa dibilang cuek dan bisa dibilang ga bisa diam. Mantan gue cuma 1, cukup 1 dan ga mau nambah. [skip] "Tanpa lo sadari, lo udah nyakitin hati gue kak!" Bentak gue sambil menahan tangis. "Ya itu sebuah resiko yang harus lo ambil karna lo suka sama gue!" Balasnya dengan sebuah bentakan juga. "Emang ga mikir lo ya, Kak" "Maksud lu apa? Kalo emang gue ga mau sama lo, ya udah, jangan maksa" "Sakit? Iya sakit? Itu juga gue rasain Ly, waktu lo deketin gue dan gebetan gue menjauh dari gue!" Ucapnya dengan nada tinggi. Jelas, kata-kata itu langsung menusuk dada ku hingga sesak. "Gue tau kak, tau banget, tapi kakak ga pernah tau apa yang gue rasain sekarang," Balas gue sambil meneteskan air mata. "Emang gue ga tau, dan gue ga mau tau" "Gue bakal buat lo nyesel, Kak," Ucap gue lalu pergi. Dia~ Penggores luka terhebat. @Copy Right, 2020 by @Csndra_asp

More details
WpActionLinkContent Guidelines