The Tears
  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 29, 2017
"Kamu munafik Andra. Kamu sembunyiin semua ini, kamu cuma takut posisi on top kamu tergantikan aku. Namun disisi lain kamu juga nggak bisa bohongin perasaan kamu sendiri" Fla mencoba membendung kristal di matanya kini. Flafina Kezia Dealova Gadis manis yang sangat suka menyendiri "Gue nggak tau harus milih Lo atau posisi on top itu. Karena kalian sama-sama masa depan gue" Andra sudah meluruh ke lantai. Denandra Dirta Denova Primadona sekolah, pintar, Brrrrr... Ketika kata-kata sudah tak bisa menjadi kalimat. Ketika kalimat sudah tak bisa menjadi cerita. Ketika cerita tak lagi dipercaya. Air mata lah yang akan melukiskannya. Akankah mereka akan mulai merubah diri satu sama lain?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • HALOALKANA
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • "Si Caramel & Si Dingin" (FreFlo)
  • SATU HATI SERIBU KASIH
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Mungkin? (Tamat)
  • The End of Keyra's Revenge
  • Lolly [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines