Before the Mest

Before the Mest

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 18, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Awalnya, Alano hanya akan pergi berlibur dengan kapal laut kecil kebanggaan nya. Melewati dan menikmati siang dan malamnya diluasnya lautan. Sementara Tara, ia hanya berniat untuk menjelajahi lautan dengan perahu kesayangan-nya, mencari hal unik dan baru yang belum pernah Tara temukan sebelumnya. Mereka berdua sama-sama menyukai lautan. Sayangnya pada suatu hari, lautan sedang tidak bersahabat dengan mereka. Tapi, siapa yang menyangka? Kesialan ini yang akhirnya membuat mereka bertemu. Copyright©2017
All Rights Reserved
#256
laut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Judul standar - Tulis judul sendiri
  • Hello, Alana!
  • Alara Doesn't Need Husband
  • Long Distance Relationship
  • UNDER THE SAME BLUE
  • Rindu [TAMAT]
  • PENGANTI KEMBARAN CINTA PERTAMA KETUA GENG
  • Alaska
  • Kapal Tanpa Nakhoda | Selesai

Ya. Cinta emang tak pernah salah. Dia bisa datang kapan aja, dimana aja tanpa Lo duga-duga. Bahkan saat Lo lagi males buat jatuh cinta "lagi" karena trauma Lo tentang cinta itu sendiri. Cinta? Huh! Sederhana ya? Cuma 5 huruf. Tapi efeknya begitu besar buat Layla. Karena cinta dia berada di tempat dan situasi yang asing. Beradaptasi dengan orang dan lingkungan yang baru. Sungguh sial! Kalau saja bisa memilih dia ingin kembali ke masa kanak-kanaknya yang polos, hanya tau tentang bermain dan tertawa. Bukan seperti sekarang. Dulu dia adalah seorang yang periang, aktif dan sangat pandai bergaul. Bukan seperti sekarang. Suka melamun, kadang menangis bahkan tertawa untuk hal yang bahkan tidak lucu. Dulu dia adalah cewek yang kuat dan tegar. Dulu dia yang selalu menguatkan orang sekeliling. Dulu dia yang menghibur teman-temannya ketika mereka sedih. Tapi semua itu "dulu" sebelum "petaka" itu terjadi di hidupnya. Dan kini kehidupan itu sudah berubah. Masa lalu yang kelam, yang dia sesali seumur hidupnya dan akan menghantuinya selamanya. Ketakutan setiap saat. Orang tua Layla sangat sedih dengan keadaan putri mereka. Memang perubahan pada diri Layla sangatlah besar setelah peristiwa itu terjadi. Orang tua Layla bahkan sudah tak sanggup lagi melihat perubahan anak semata wayang mereka. Keputusan pun diambil. Mereka pindah ke luar kota, berharap Layla akan berubah dan melupakan semua masa lalunya yang kelam. Disini mereka sekarang, di sebuah kota metropolitan yang akrab dengan kemacetannya. Mereka sudah mempersiapkan semuanya masak-masak. Mulai dari tempat tinggal, sekolah dan kegiatan-kegiatan Layla selama sepulang sekolah. "Yuk sayang, kita masuk. Ini rumah kita sekarang. Mama harap kamu senang ya sayang. Mama sayang sama kamu nak." Ujar Sulis sambil memeluk Layla yang hanya diam mematung tanpa ekspresi. Mereka berjalan menuju kamar Layla yang bahkan lebih bagus dan luas daripada kamar lamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines