Sincerely, The One You Left Behind

Sincerely, The One You Left Behind

  • WpView
    Reads 3,777
  • WpVote
    Votes 329
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 17, 2017
Sesuatu yang tidak tersampaikan, pada akhirnya akan bermetamorfosis menjadi rangkaian kata dalam surat. Perasaan(ku) yang tidak tersampaikan, tidak akan pergi kemana-mana selama nama(mu) masih menggema dalam relung hati(ku)
All Rights Reserved
#232
feelings
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Traces in the Light
  • Memory Of First Love [Completed] ✓
  • Hanya Saja
  • Segala Tentangmu ❝
  • Sekali Lagi (End)
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Catching the shadow
  • KONSEKUENSI HATI

Traces in the Light Sebuah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan harapan. Sudah tiga tahun sejak Nandika dan Raya berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena cinta mereka telah padam, tapi karena saat bersama, mereka justru saling melukai. Kini, Nandika mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan pergi ke sebuah tempat yang damai dan menenangkan untuk berlibur beberapa bulan,berharap bisa berdamai dengan semua kenangan yang belum juga usai. Namun, di tempat sunyi itu... Sebuah pertemuan tak terduga mengusik luka lama yang belum benar-benar sembuh. Di kejauhan, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal-seseorang yang pernah mengisi harinya dengan cinta dan luka. Tapi ketika ia hendak memastikan, sosok itu lebih dulu pergi... meninggalkan pertanyaan menggantung di dadanya: "Apakah itu benar Raya... atau hanya bayangan dari rindu yang belum selesai?" Sementara itu, Raya hidup dengan ingatan yang tak lagi utuh. Ia mencoba menjalani hari demi hari, ditemani seseorang yang mencintainya tanpa syarat-yang selalu ada, bahkan saat Raya tak lagi tahu siapa dirinya dahulu. Dan di tengah terang yang samar, dua hati yang pernah saling menggenggam kini berjalan di garis yang nyaris bersinggungan. Apakah cinta yang pernah begitu kuat bisa menembus gelapnya ingatan? Atau justru... Takdir telah menyiapkan akhir yang lebih sunyi dari perpisahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines