Unbreake My Heart

Unbreake My Heart

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 19, 2017
Cinta? Bahkan aku lupa bagaimana rasanya. Keluargaku hancur. Ah, maksudku keluarga kandungku. Mereka menekanku, memarahiku seakan-akan aku tak peduli dengan kondisi mereka. Hey! Kau kira aku anak durhaka begitu? Mereka juga yang membuatku bertingkah seperti ini. Demi menutupi sebuah luka yang tak berdarah,tapi sakit berkepanjangan. Aku menyikapi keadaan dengan caraku sendiri, meskipun kalian mengira itu adalah cara salah. Biarkan aku tak peduli! Kuharap aku menemukan sebuah jalan keluar... GOD, Help Me please...
All Rights Reserved
#970
indonesiamembaca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • AURORA (END)
  • Jah, Beauty Isn't Forever
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Broken Heart [Completed]
  • You Are
  • ON REMEMBERING
  • Diary Depresiku
  • Breathe
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines