Grow Up
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 14, 2017
Prolog Ya orang bilang sikap dan perilaku aku seperti anak kecil,oh iya namaku Reva Al-Ghifari,dan kamu bisa memanggil ku ghifar.Aku tidak terlalu tinggi dan ya,seperti yang orang lain bilang aku lebih mirip dengan anak kecil umur 8 tahun. Hobi ku main game online,ber-Imajinasi,dan nonton anime atau mereka yang bilang aku anak kecil disebut kartun.Dan aku merupakan anak yang kurang aktif di sekolah. Teman "Ghif,ghifar woy ghifar." Temanku memanggil. "oy,apaan kenapa sid." "yee,lu dipanggil ngelamun terus,jangan kebanyakan berhayal lu." "iya.maaf,lagian gua bukan lagi ngelamun juga cuma lagi mikrin sesuatu." "mikirin apaan sih,nih gua Sidqi Fajar Ramdani The Golden Boys.Coba kasih tau gua kali aja bisa bantu." "Kagak ah gak usah repot-repot.ya udah gua duluan ya." Ya itulah salah satu temanku namanya seperti yang tertera disana,mungkin menurutku hanya dia satu-satunya teman ya,hanya satu-satunya. Imajinasiku Ya di mulai dari sini lah berjuta cerita yang sangat ku sukai,bahkan terkadang aku selalu berpikir aku tak ingin menjadi dewasa.Ya tentu saja karena menurut ku masa-masa sekarang ini sangat indah.walau pun temanku hanya Sidqi dan ya PC kesayangan ku.Ya kembali ke imajinasi ku,aku tak ingin menjadi dewasa,dan itu menjadi bahan Bully-an teman-teman sekelasku.Mungkin semua orang memang sudah ditakdirkan menjadi dewasa tapi aku selalu ber-Imajinasi untuk dapat menjadi Remaja selamanya,rasanya tidak mungkin tetapi apa yang tidak bisa bila kita hidup di dunia imajinasi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • My Tetangga My Friend [LENGKAP]
  • GEVRONZ
  • Ratapan seorang JONES!
  • Hypocritical (Zeedel)
  • My Posesif Brother
  • SELA ta KEY [END]
  •  Cuman Kebetulan

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines