Colorado Desire

Colorado Desire

  • WpView
    Reads 11,571
  • WpVote
    Votes 1,543
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 16, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika Amanda Phoenix sedang melakukan perjalanan ke Santa Clara untuk bertemu keluarga ibunya, Mustang Merah ditumpangi si wanita kota mandek di sebuah daerah sunyi di Colorado. Seorang pria melintas, menawarkan diri membantunya yang dibalas oleh keraguan. Griffin Redford, Koboi Pria Jantan, menyambut tangan sang wanita kota: kuat dan tegas. Seketika merasa ada sesuatu yang mengingatkannya pada mantan tunangan koboi tersebut, melalui mata cokelat indahnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GEMPAR AND THE COFFEE THEORY
  • Summer Without A (COMPLETED) (#1 Summer Story)
  • Second Life : Ersya
  • The Billionaire's Darling
  • Ziana Second Life (END)
  • The First Love
  • You Got It
  • FANNA [ END ]

Gempar Merapi Pramoedya (26 tahun) di usianya yang sudah dewasa, harus kembali mencari jati diri yang sesungguhnya. Setelah menjalani hubungan dengan seorang gadis dalam hitungan waktu yang tidak sebentar, dan diakhiri dengan sebuah perpisahan, membuatnya mengambil keputusan besar. Gempar meninggalkan Indonesia setelah menjalani pelatihan dasar kemiliteran selama 6 bulan. Richmond, Virginia Terdampar di negara bagian Amerika Serikat ke 13 yang selalu memiliki cuaca hangat di musim semi dengan daun-daun maple yang memerah di musim gugur. Gempar bukan ingin mendalami segala sesuatu tentang kopi seperti yang selalu menjadi gairahnya. Tapi dia mengemban tugas negara untuk magang di markas besar sebuah agen rahasia paling diakui di Negeri Paman Sam itu. Gempar selalu fokus dengan apa yang dia lakukan. Dia datang dengan tujuan yang serius. Namun, takdir seperti tidak pernah memisahkannya dengan kopi dan aroma khasnya. Musim gugur pertama yang menggigit di Richmond. Kopi selalu menjadi tujuan Gempar setelah kesibukan padatnya di markas dan kedai kopi di sudut Jalan 5th Avenue, terdekat dari markas, selalu menjadi favoritnya. "Oh...sialan...?" Suara itu renyah keluar seiring bombastic side eye dari mata kucing seorang gadis berambut brunette dengan mata coklat yang tajam. Gadis itu mengusap dahinya. Dia baru saja menabrak seseorang di depannya ketika dia berjalan sambil sibuk dengan ponselnya. Gempar membaca papan nama di dada gadis itu. Brielle Harris. *

More details
WpActionLinkContent Guidelines