Balada Pahat Hati

Balada Pahat Hati

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 12, 2017
Kata siapa patah hati selalu menyayat hati? Kata siapa tak bisa tersenyum kala hati tengah retak? Kata siapa orang yang patah hati selalu menunggu sosok pahlawan untuk menjemputmu yang sedang terjatuh? Saat kau patah hati kau memiliki dua pilihan, mencari juga menunggu seseorang untuk menyembuhkan lukamu atau menjadikan dirimu sebagai seseorang yang menyembuhkan lukamu. Dan aku, memilih menjadikan diriku sendiri sebagai orang yang menyembuhkan lukaku. Menjadi sosok pemahat hati yang terluka untuk diri sendiri. _____________________________ Sebuah usaha menyembuhkan luka dengan ketabahan hati. Terinspirasi dari Garis Waktu punya Bung Fiersa. Semoga suka! Tapi sungguh, bukan plagiat, lihat dan baca saja isinya kalau tidak percaya.
All Rights Reserved
#96
elegi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Backstreet.
  • Mahram Untuk Nafisah (END)
  • Honestly Hurt [COMPLETED]
  • Love In Present
  • Secret Admirer (Completed) / [Septian David Maulana]
  • Skenario Pematah Hati
  • ALPHA'S DESTINY 2
  • Narasi patah hati
  • ILY Alfarel [Terbit]

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines