Balada Pahat Hati

Balada Pahat Hati

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 12, 2017
Kata siapa patah hati selalu menyayat hati? Kata siapa tak bisa tersenyum kala hati tengah retak? Kata siapa orang yang patah hati selalu menunggu sosok pahlawan untuk menjemputmu yang sedang terjatuh? Saat kau patah hati kau memiliki dua pilihan, mencari juga menunggu seseorang untuk menyembuhkan lukamu atau menjadikan dirimu sebagai seseorang yang menyembuhkan lukamu. Dan aku, memilih menjadikan diriku sendiri sebagai orang yang menyembuhkan lukaku. Menjadi sosok pemahat hati yang terluka untuk diri sendiri. _____________________________ Sebuah usaha menyembuhkan luka dengan ketabahan hati. Terinspirasi dari Garis Waktu punya Bung Fiersa. Semoga suka! Tapi sungguh, bukan plagiat, lihat dan baca saja isinya kalau tidak percaya.
All Rights Reserved
#38
balada
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • LENGKARA
  • Secret Admirer (Completed) / [Septian David Maulana]
  • Skenario Pematah Hati
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • Love In Present
  • Laksana [END]
  • PLUTO
  • Backstreet.
  • Puing luka

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines