My Husband, My Enemy
  • Reads 358,142
  • Votes 32,471
  • Parts 18
  • Reads 358,142
  • Votes 32,471
  • Parts 18
Complete, First published May 14, 2017
[BELUM DIREVISI]

Eunbi terbangun dari tidur, namun tidak di kamarnya, tidak dengan pakaian lengkap dan tidak seorang diri seperti mana biasanya.

Ia terbangun bersama seorang lelaki tepat di sampingnya, berbagi selimut dengannya dan lelaki itu adalah, Jeon Jungkook. 

Musuh abadi Eunbi.


Inspirasi: Kiss Series (Thailand Drama)

#1 in bts 18-07-2020
#4 in fanfiction 26-07-2020


@17082017 By Alcherrykim
#Hanart
All Rights Reserved
Sign up to add My Husband, My Enemy to your library and receive updates
or
#50kfiction
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
After Graduation cover
Second Best [ RONY X SALMA ] cover
Kesayangan Bunda cover
Happy Fella cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
Nara cover
Stars Behind the Darkness (End) cover
CINTA MILIK SIAPA ✔ cover
Be Mine? ( COMPLATE ) cover

Dosa Ku

60 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.