New Year for Your Eyes

New Year for Your Eyes

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 14, 2017
17 Mei 2017, Hari yang sangat menyenangkan bukan? 20 Tahun lalu ada bayi mungil menangis dalam pelukan bunda , membawa sendu dan tawa . Bagaimana tidak , sudah berbulan - bulan dinantikan kehadirannya. Tidak terasa sudah sangat lama sejarah itu berlalu , yang dulu setiap saat dijaga ayah bunda , sekarang harus menjaga ayah ibu , ya memang sudah dianggap dewasa. Jangan lupakan nikmat sang Pencipta , untuk 20 tahun yang sempurna ini. tidak bisa terhitung kejutan kejutan yang penuh misteri. Banyak air mata yang sudah tumpah akibat emosi jiwa. Berjuta senyuman yang mengembang karena bahagia maupun sekedar menutup luka. Tapi aku yakin kamu bisa jadi yang Terbaik ditahun tahun selanjutnya. Tetap jadilah diri sendiri , Karena kamu hanya bisa bahagia jika kamu menjadi kamu(ifv)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • that's him
  • Dear Renjun || Nct Dream
  • KEAURIGA
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Cinta yang Taat
  • Full Of Scratches
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Astagfirullah, Sabrina! (TERBIT)

The Winners Wattys2018 Catergories The Contemporaries Based On True Story Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang saya ceritakan kembali dengan sudut pandang penulis. Nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. **** Bagaimana jika suatu kepercayaan dan kesetiaan dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai? Tidak ada kata lain selain ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Nasi sudah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa diubah kembali dan waktupun tidak bisa diputar kembali. Andaikan waktu bisa diputar ulang maka tidak akan pernah ada kata penyesalan. Hari menjelang pernikahan yang biasanya ramai dengan canda tawa serta senyum kebahagiaan, harus rela berganti dengan tangisan memilukan serta penyesalan seumur hidup. Ketika menjelang hari di mana Sekar akan melaksanakan Ijab Qabul pernikahannya. Dia dikejutkan dengan teriakkan sang ibu ketika mendapati kakak perempuannya-Kasih, yang telah bersimbah darah karena memotong urat nadi pergelangan tangannya sendiri. Selanjutnya dia dikejutkan kembali dengan kenyataan bahwa kakak perempuannya tengah hamil. Dan yang paling membuat Sekar terpukul, ketika mengetahui ayah dari bayi tersebut, tidak lain adalah calon suaminya sendiri-Dimas Aditya. Ucapan bahagia berubah menjadi bisik-bisik menjijikkan serta tatapan kasihan yang diberikan oleh sanak saudara serta para tetangga pada Sekar. Malu. Tentu saja Sekar malu, kecewa bahkan marah. Tetapi haruskah dia marah bila melihat wajah kedua orang tuanya yang telah lebih malu. Belum lagi dengan gunjingan dari kerabat dan tetangga tentang Kasih yang tega merebut calon suami adiknya sendiri. Bagaimana Sekar bisa menghadapi semuanya? Bisakah kata ikhlas dan sabar mengobati luka hatinya? Based On True Story ----- Copyright © November 2016 | Vea Aprilia | All Rights Reservered Dont copy-paste my Story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines