Hai, Ra!

Hai, Ra!

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 17, 2017
Bang, kau tahu apa yang kulakukan sekarang? Aku sedang menangisi kepergianmu yang tidak pernah datang. Iya, kau tidak pernah datang tapi sekarang kau harus pergi. Bang, aku sedih cerita kita yang tidak pernah dimulai akan berakhir. Iya, cerita kita belum dimulai tapi sekarang harus berakhir. Konyol? Oh, ayolah ini tentang perasaan. Adakah hakim yang bisa menentukan ini normal atau tidak? Atau adakah standar yang menentukan? Kalau soal perasaan bang, segalanya menjadi benar, maka wajar saat mereka melakukan kesalahan atas dasar perasaan. Tapi aku akan membiarkanmu pergi, karena menahanmu pun percuma, bukan karena kamu gak mau tapi karena aku tahu kamu nggak tahu aku sedang menahanmu. Jadi pergilah bang. Semoga takdir kita akan bertemu lagi di masa depan, bertemu dengan cara yang lebih baik. Jodoh ga bakal kemana ya kan bang?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mengikat Hati [✓]
  • Nikah?!
  • Cinta tak keliru (END)
  • Love's Second Chapter [End]
  • IKATAN HALAL ✔️
  • Ketetapan Cinta Dari-Nya [END]
  • Normalnya, Ini Tidak Normal (END)
  • Dua Windu ✓
  • My Doctor I Love You [END]
  • Cinta dan Takdir Rania [End]

Paradisha dan Arvasatya. Dua manusia yang disatukan dalam ikatan pernikahan melalui sebuah perjodohan yang direncanakan oleh orang tua mereka. Perjodohan di kalangan mereka adalah hal yang biasa. Pasangan mereka ditentukan agar mereka memiliki pasangan yang berasal dari kelas sosial yang sama. Pernikahan mereka juga menjadi jaminan atas kerja sama bisnis yang terjalin, agar kedua belah pihak tidak saling melepaskan diri dari ikatan kerja sama itu dan saling membantu satu sama lain. --- "Aku mau seorang anak dari pernikahan ini" Kata-kata itu membuat Arva terkejut. Paradisha. Perempuan ini sebelumnya mengatakan jika ia bebas melakukan apapun di pernikahan ini. Lalu sekarang meminta seorang anak dari pernikahan yang akan mereka jalankan. Bukankah itu terlihat tidak sinkron? "Kamu ingin mengikatku dengan kehadiran seorang anak?" Itu yang dipikirkan Arva. Percakapannya malam itu dengan Disha menunjukkan jika perempuan ini terlihat tidak masalah dan terima-terima saja dengan pernikahan mereka. Perempuan itu mungkin saja memang menginginkan pernikahan ini. Pemikiran itu memang sedikit tidak masuk akal. Tidak ada alasan yang membuat Paradisha menginginkan pernikahan ini selain titah orang tua. ©reduyerm 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines